Tautan-tautan Akses

Parlemen akan Deklarasikan Krimea sebagai Negara Merdeka pasca Referendum


Pemimpin Krimea, Sergei Aksyonov, memberikan keterangan kepada media (8/3).

Pemimpin Krimea, Sergei Aksyonov, memberikan keterangan kepada media (8/3).

Parlemen Krimea Selasa (11/3) ini menyatakan akan mendeklarasikan Krimea sebagai negara merdeka jika penduduknya setuju bergabung dengan Rusia dalam referendum.

Parlemen Krimea Selasa (11/3) ini menyatakan akan mendeklarasikan semenanjung di Laut Hitam itu sebagai negara merdeka jika penduduknya setuju untuk memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia dalam referendum.

DPRD Krimea Selasa mengadopsi “deklarasi kemerdekaan Republik Otonomi Krimea.'' Dokumen itu secara khusus menetapkan bahwa Krimea akan menjadi negara merdeka jika dalam referendum hari Minggu (16/3) mendatang, penduduknya memberikan suara mendukung untuk bergabung dengan Rusia.

Negara-negara Barat telah menyatakan tidak akan mengakui legitimasi pemungutan suara itu. Namun langkah tersebut dapat digunakan sebagai upaya untuk meredakan ketegangan dengan Krimea berdiri sebagai negara merdeka, tanpa Rusia bergerak cepat untuk memasukkan Krimea ke dalam wilayahnya.

Setelah perang singkat antara Rusia dan Georgia pada tahun 2008, beberapa pemimpin provinsi Abkhazia dan Ossetia Selatan yang memisahkan diri dari Georgia juga diminta untuk bergabung dengan Rusia, tapi permintaan mereka tidak pernah dikabulkan.

Sementara itu, penjabat presiden Ukraina pada hari Selasa menyerukan pembentukan garda nasional dan untuk memobilisasi tentara cadangan dan relawan ke dalam angkatan bersenjata negara itu.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG