Tautan-tautan Akses

Para Petugas Kesulitan Capai Korban Topan Haiyan di Filipina

  • Simone Orendain

Seorang pria tersenyum lebar saat mengangkat bantuan yang baru saja diterimanya, sementara para korban topan Haiyan lainnya masih berkerumun menanti giliran pembagian jatah di provinsi Iloilo, Filipina tengah (11/11).

Seorang pria tersenyum lebar saat mengangkat bantuan yang baru saja diterimanya, sementara para korban topan Haiyan lainnya masih berkerumun menanti giliran pembagian jatah di provinsi Iloilo, Filipina tengah (11/11).

Di Filipina Tengah, pihak berwenang mengalami kesulitan untuk dapat mencapai sekitar 600 ribu orang yang kehilangan tempat tinggal karena topan Haiyan.

Salah satu topan paling dahsyat telah menghancurkan bagian tengah Filipina, membuat kota-kota besar dan kecil hancur serta sekitar 10 ribu orang tewas. Kelompok-kelompok bantuan berupaya keras mencapai daerah-daerah yang paling parah dilanda topan, di mana makanan dan air layak minum langka.

Amerika Serikat dan beberapa negara mengirim pasukan dan petugas pertolongan ke kawasan. Bantuan dan personel militer pertama Amerika diterbangkan hari Senin dari Manila ke Tacloban, salah satu daerah yang paling parah dilanda topan.

Upaya pertolongan terhambat oleh penjarahan, karena gerombolan massa bukan hanya mengambil makanan dan air dari toko-toko, tetapi juga mengambil barang-barang lain seperti televisi, mesin cuci dan kulkas.

Di Pangkalan Angkatan Udara Villamor di Manila, pesawat-pesawat C130 yang penuh barang-barang bantuan akan menuju Tacloban, salah satu kota yang paling keras dihantam topan di provinsi Leyte.

Sebagian organisasi bantuan mengatakan pengiriman pasokan mereka butuh waktu tiga kali lebih lama untuk mencapai daerah tersebut karena banyak jalan-jalan darat terhalang oleh tumpukan-tumpukan besar reruntuhan rumah dan pepohonan.

Sebagian warga di Tacloban menjarah toko-toko makanan dan pusat perbelanjaan untuk mendapatkan makanan dan air bersih. Pemerintah hari Minggu mengatakan akan mengirim tambahan militer dan petugas polisi untuk memulihkan ketertiban.

Sementara pesawat C130 siap lepas landas. Menteri Filipina Rene Almendras memberi penjelasan singkat kepada televisi pemerintah. Ia menjelaskan beberapa tantangan terbesar yang dihadapi pemerintah dalam mengatasi krisis tersebut.

Almendras mengatakan untuk mengirim barang-barang saja, banyak rincian operasional dan hambatan yang harus di atasi.

"Saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Setiap ruang C130 atau setiap kapasitas angkut pesawat C130 dari Manila ke Tacloban sangat penting dan seberapa cepat pesawat bisa kembali. Dan banyak lagi rincian lainnya, bahan bakar pesawat dan lainnya," kata Almendras.

Almendras juga mengatakan, tidak tahu apakah aman untuk melewati rute yang belum diketahui sebelumnya. Ia mengatakan pemerintah pusat perlu mengetahui secara rinci mengenai lokasi desa-desa sehingga militer dan petugas pertolongan pusat bisa mencapai daerah-daerah itu.

Sejumlah kecil jalur komunikasi sedang diperbaiki di lokasi-lokasi yang tidak begitu rusak. Tapi di daerah-daerah yang paling parah dilanda topan, listrik mati dan layanan telepon genggam terputus-putus.

Juru bicara Angkatan bersenjata mengatakan situasi yang dihadapi militer “secara keseluruhan sangat berat”.

Topan yang bergerak cepat itu menghantam Pulau Leyte dari arah timur, hari Jumat. Pada hari Minggu, besarnya kerusakan terlihat jelas. Pihak berwenang Filipina menyatakan sudah hampir pasti jumlah korban tewas akan bertambah banyak. Presiden Benigno Aquino menetapkan situasi bencana di seluruh kawasan.

Hingga Senin pagi, topan tersebut mulai berkurang kekuatannya sewaktu mendekati pesisir di provinsi Quang Ninch, di bagian utara Vietnam dan berubah menjadi badai tropis sewaktu mencapai daratan. Para pakar cuaca memperkirakan badai ini akan melemah pada siang hari di China Selatan, di mana hujan lebat mulai turun.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG