Tautan-tautan Akses

Para Pemimpin India Kecam Pejabat Uttar Pradesh


Para aktivis perempuan di New Delhi, India memrotes kekerasan terhadap kaum perempuan di Uttar Pradesh (31/5).

Para aktivis perempuan di New Delhi, India memrotes kekerasan terhadap kaum perempuan di Uttar Pradesh (31/5).

Para pemimpin nasional India mengeluarkan kecaman hari Kamis (12/6), menyusul sejumlah kekerasan keji di negara bagian Uttar Pradesh.

Para pemimpin politik nasional mengecam para pejabat propinsi di Uttar Pradesh atas kekerasan yang memburuk di negara bagian di India Utara itu di tengah-tengah mencuatnya tuduhan-tuduhan baru kasus perkosaan.

Kecaman hari Kamis (12/6) ini disampaikan menyusul sejumlah kekerasan keji di negara bagian itu, termasuk perkosaan dan pembunuhan dua remaja perempuan Mei lalu. Penduduk desa mendapati kedua mayat perempuan berusia 12 dan 14 tahun itu tergantung di sebuah pohon.

Hari Rabu, seorang perempuan mengatakan, empat polisi memperkosanya beramai-ramai di sebuah markas polisi di Uttar Pradesh setelah ia menolak membayar suap untuk membebaskan suaminya.

Mukhtar Abbas Naqvi, pemimpin Partai Bharatiya Janata yang berkuasa mengatakan, para pejabat pemerintah setempat tidak secara keras menghukum para penjahat.

Pemimpin Partai Kongres Rashid Alvi mengatakan, Uttar Pradesh harus dipecah sehingga pemerintahan bisa dijalankan secara lebih baik.

Dalam pidato pertamanya di parlemen, Rabu, PM Narendra Modi mendesak para legislator untuk berhenti mempolitisasi kasus perkosaan dan sebaiknya bekerjasama memastikan keselamatan perempuan. Ia mengatakan, menghormati dan melindungi perempuan harus menjadi prioritas di India.
XS
SM
MD
LG