Tautan-tautan Akses

Para Pemimpin APEC Tolak Proteksionisme


PM Malaysia Najib Razak membetulkan dasinya sambil menunggu Presiden AS Barack Obama, kiri atas, PM Korsel Hwang Kyo-ahn, kiri depan, dan Presiden Vietnam Tran Dai Quang untuk foto bersama pada pertemuan puncak tahunan APEC (20/11). Lima, Peru. (foto: AP Photo/Martin Mejia)

PM Malaysia Najib Razak membetulkan dasinya sambil menunggu Presiden AS Barack Obama, kiri atas, PM Korsel Hwang Kyo-ahn, kiri depan, dan Presiden Vietnam Tran Dai Quang untuk foto bersama pada pertemuan puncak tahunan APEC (20/11). Lima, Peru. (foto: AP Photo/Martin Mejia)

KTT tahunan APEC berakhir dengan seruan untuk menolak proteksionisme dan melindungi perjanjian perdagangan Kemitraan Trans-Pasifik (TPP), yang kini jadi tidak jelas setelah pemilihan Donald Trump sebagai presiden AS.

Para pemimpin 21 negara Asia Pasifik telah mengakhiri KTT tahunan mereka dengan seruan untuk menolak proteksionisme dan melindungi perjanjian perdagangan Kemitraan Trans-Pasifik (TPP), yang kini jadi tidak jelas setelah pemilihan Donald Trump sebagai presiden AS.

Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik ditutup hari Minggu di Lima, Peru dengan tekad untuk memberlakukan perjanjian perdagangan bebas baru yang akan melibatkan ke-21 anggota, sebagai upaya menuju “pertumbuhan yang berkelanjutan, seimbang dan inklusif,” terlepas dari iklim politik sekarang ini.

Para pemimpin negara-negara APEC mengatakan dalam pernyataan bersama, “Kami menegaskan kembali komitmen untuk menjaga pasar tetap terbuka dan melawan segala bentuk proteksionisme.”

Trump mengecam keras TPP – yang melibatkan AS tapi tidak mengikutsertakan Tiongkok – dalam kampanyenya yang kerap mengecam perjanjian-perjanjian perdagangan bebas AS.

Tetapi dalam konferensi pers pada akhir KTT, Presiden Barack Obama mengatakan AS sebaiknya tidak mundur dari perdagangan global, tetapi berupaya “melakukan perdagangan dengan benar” agar para pekerja dilindungi dan standar-standar lingkungan ditegakkan.

Obama mengatakan sudah waktunya bagi AS untuk menegaskan kembali dukungannya bagi perjanjian perdagangan TPP. Dia mengatakan apabila Trump menarik AS dari perjanjian itu, maka perjanjian itu akan lebih lemah dan AS akan kehilangan peluang untuk membentuk peraturan-peraturan perdagangan global “dengan cara yang mencerminkan nilai-nilai kami.”

KTT ini merupakan lawatan luar negeri ke-52 sekaligus terakhir bagi Obama.

Salah satu landasan kebijakan luar negerinya adalah fokus pada Asia dan Pasifik, tetapi itu bisa berubah drastis setelah dia turun dari jabatannya sembilan minggu lagi. [vm]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG