Tautan-tautan Akses

KTT Uni Afrika Sepakat Kirim Ahli Militer ke Burundi


Presiden Zimbabwe dan ketua KTT Uni Afrika Robert Mugabe (kiri) bersama Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma dalam sesi foto di KTT Uni Afrika di Johannesburg (14/6). (AP/Shiraaz Mohamed)

Presiden Zimbabwe dan ketua KTT Uni Afrika Robert Mugabe (kiri) bersama Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma dalam sesi foto di KTT Uni Afrika di Johannesburg (14/6). (AP/Shiraaz Mohamed)

Para pejabat di KTT Uni Afrika itu mengatakan para pakar akan meninjau apa yang sedang terjadi di Burundi dan memberi masukan kepada polisi.

Para pemimpin Afrika yang mengadakan konferensi tingkat tingi di Afrika Selatan telah menyepakati untuk mengirimkan para ahli militer ke Burundi, menyusul protes dengan kekerasan selama beberapa minggu di sana akibat keputusan presiden untuk berusaha memperoleh masa jabatan ketiga.

Para pejabat di KTT Uni Afrika itu mengatakan para pakar akan meninjau apa yang sedang terjadi di Burundi dan memberi masukan kepada polisi.

Protes di Burundi mulai setelah Presiden Pierre Nkurunziza mengatakan ia akan maju untuk masa jabatan ketiga sebagai presiden. Para pengkritik mengatakan bahwa itu akan melanggar batas dua masa jabatan yang ditetapkan konstitusi. Namun tetapi para pendukungnya mengatakan ia layak untuk mencalonkan diri lagi karena ia diangkat oleh parlemen untuk masa jabatan pertamanya dan tidak dipilih langsung oleh rakyat.

Asisten Menteri Luar Negeri Amerika urusan Afrika Linda Thomas-Greenfield mengatakan kepada VOA di sela-sela pertemuan puncak Uni Afrika tersebut, bahwa pergolakan di Burundi adalah akibat langsung Presiden berusaha memperoleh masa jabatan ketiga.

“Kami berpendapat bahwa ini jelas keputusan politis dan kami terus mendengar dari kawasan itu dan dari lain-lainnya bahwa itu ada hubungannya dengan undang-undang dasar," ujar diplomat AS tersebut.

"Tetapi tidak ada dalam undang-undang dasar Burundi yang mengatakan bahwa Presiden harus berusaha memperoleh masa jabatan ketiga. Ini adalah keputusan yang diambilnya dan sedang menimbulkan akibat buruk terhadap negara."

XS
SM
MD
LG