Tautan-tautan Akses

Para Menteri Zona Euro Bertemu Setelah Yunani Umumkan Rencana Referendum


Menteri Keuangan Yunani, Yanis Varoufakis (tengah), dalam pertemuan dengan menteri-menteri keuangan Uni Eropa di Luksemburg (19/6). (AP/Virginia Mayo)

Menteri Keuangan Yunani, Yanis Varoufakis (tengah), dalam pertemuan dengan menteri-menteri keuangan Uni Eropa di Luksemburg (19/6). (AP/Virginia Mayo)

Kepala zona Euro, Jeroen Dijsselbloem mengatakan, keputusan Yunani merupakan langkah memprihatinkan karena akan menutup pembicaraan lebih lanjut.

Para menteri keuangan Eropa mengadakan pertemuan darurat Sabtu (27/6) setelah Yunani mengatakan bahwa hasil pembicaraan dengan para kreditor internasional mengenai dana talangan akan diputuskan untuk diterima atau ditolak negara itu setelah melangsungkan referendum nasional.

Berbicara kepada wartawan sebelum pertemuan di Brussels, kepala zona Euro, Jeroen Dijsselbloem mengatakan, keputusan Yunani merupakan langkah memprihatinkan karena akan menutup pembicaraan lebih lanjut.

Ia mengatakan, ia dan para menteri keuangan Eropa akan mendengarkan penjelasan menteri keuangan Yunani mengenai keputusan itu dan akan membahas konsekuensi lebih lanjut yang bisa dihadapi Yunani.

Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble menyampaikan reaksi serupa. Saat tiba untuk melangsungkan pembicaraan dengan sejawat-sejawatnya dari zona Euro ia mengatakan, pemerintah Yunani – menurut pemahamannya – telah mengakhiri perundingan secara sepihak.

PM Yunani Alexis Tsipras menerima penghormatan hari Sabtu di parlemen, yang melangsungkan sidang untuk memperdebatkan permohonan pemerintah untuk melangsungkan referendum. Pemungutan suara parlemen untuk menyelenggarakan referendum itu akan dilangsungkan pada hari yang sama.

Dalam pidatonya di televisi Jumat malam, Tsipras mengatakan, referendum itu akan berlangsung 5 Juli.

Tsipras menyerukan dilangsungkannya referendum beberapa jam setelah perundingan terkini dengan para kreditor Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) gagal menghasilkan kesepakatan.

Yunani membutuhkan kucuran dana talangan Uni Eropa sebesar US$8 miliar untuk membayar pinjaman sebesar hampir $2 miliar ke IMF sebelum Selasa depan.

XS
SM
MD
LG