Tautan-tautan Akses

AS

Para Ilmuwan Cari Vaksin Super untuk Bayi Baru Lahir

  • Jessica Berman

Bayi yang baru lahir rentan infeksi karena sistem kekebalan tubuh mereka belum terlalu matang untuk merespon vaksin secara benar. (Foto: Dok)

Bayi yang baru lahir rentan infeksi karena sistem kekebalan tubuh mereka belum terlalu matang untuk merespon vaksin secara benar. (Foto: Dok)

Para peneliti menemukan senyawa yang dapat membantu melindungi kesehatan bayi-bayi yang baru lahir di saat mereka sangat rentan terhadap infeksi.

Setiap tahun, infeksi bakteri dan virus, termasuk rotavirus, batuk dan paru-paru basah, membunuh lebih dari dua juta bayi di bawah enam bulan. Bayi-bayi ini rentan, menurut para ahli, karena sistem kekebalan tubuh mereka belum terlalu matang untuk merespon vaksin secara benar.

Oleh karenanya, imunisasi biasanya tidak diberikan kepada bayi berusia kurang dari dua bulan. Hal ini termasuk vaksinasi untuk melindungi dari rotavirus, yang dapat menyebabkan diare parah, dan polio, yang diterima secara berseri oleh bayi yang lebih berumur. Namun di negara-negara miskin, kelahiran barangkali waktu satu-satunya bagi seorang anak untuk berhubungan dengan penyedia layanan kesehatan.

Ofer Levy, yang meneliti penyakit menular di Harvard Medical School di Boston, Massachusetts, mengatakan para peneliti telah mencari cara untuk melindungi kesehatan bayi yang baru lahir untuk menutup celah kerentanan tersebut.

“Kita ingin merancang vaksin super yang diberikan pada saat bayi lahir dan barangkali hanya perlu satu kali atau lebih sedikit suntikan. Namun dengan memberikannya lebih dini, kita dapat menutup jendela kerentanan dalam jadwal imunisasi yang ada saat ini,” ujar Levy.

Levy dan sebuah tim peneliti di Harvard dan Rumah Sakit Anak-Anak Boston telah mengidentifikasi molekul sintetis kecil, disebut VTX-294, yang menstimulasi respon kekebalan tubuh yang kuat dalam sampel-sampel sel darah putih pelindung yang diambil dari tali pusar bayi yang baru lahir. Senyawa tersebut, sebuah bahan tambahan vaksin, dapat membuat imunisasi lebih efektif, berpotensi menyelamatkan hidup jutaan bayi di seluruh dunia setiap tahun.

Meski VTX-294 juga memancing reaksi kuat dalam sampel darah orang dewasa, para peneliti mengatakan respon bayi yang baru lahir sama kuatnya, bahkan bisa lebih kuat.

VTX-294 mengaktivasi sejenis sel darah putih yang disebut sel yang mengandung antigen, yang penting dalam vaksin-vaksin yang sukses. Sel antigen ini membantu sistem kekebalan mengenali dan menghancurkan mikroorganisme-mikroorganisme penyebab penyakit jika dilawan menyusul pemberian vaksinasi.

Levy mengatakan VTX-294 lebih dahsyat dibandingkan senyawa lain yang diuji sejauh ini dalam riset untuk mendorong respon kekebalan tubuh bayi-bayi yang baru lahir.

“Dahsyat itu berarti bahwa kita dapat memiliki sangat sedikit senyawa ini dan mendapatkan respon yang sangat kuat,” ujar Levy.

Ia menambahkan bahwa para peneliti juga sedang melihat apakah senyawa tersebut dapat mendongkrak sistem-sistem kekebalan tubuh pasien kankter jadi agen-agen anti-kanker dapat lebih efektif.

Sebuah artikel yang menggambarkan pendongkrak kekebalan tubuh VTX-294 diterbitkan dalam jurnal dengan akses terbuka PLoS One.
XS
SM
MD
LG