Tautan-tautan Akses

AS

Panjat Pagar Pengaman Gedung Putih, Penyusup Ditangkap


Pejalan kaki melewati pagar pendek di depan Gedung Putih, yang dipasang untuk meningkatkan keamanan menyusul insiden pnyusupan pada 2014.

Pejalan kaki melewati pagar pendek di depan Gedung Putih, yang dipasang untuk meningkatkan keamanan menyusul insiden pnyusupan pada 2014.

Seorang penyusup yang membawa tas punggung dan memanjat pagar di sekitar Gedung Putih ditangkap Jumat tengah malam (10/3).

Beberapa petugas Dinas Rahasia berpakaian preman menangkap laki-laki tersebut tanpa insiden berarti dan mengidentifikasinya sebagai Jonathan Tran, warga Milpitas, California, yang berusia 26 tahun.

Presiden Donald Trump, yang tidak terkena dampak apa pun dari insiden itu, mengatakan anak muda itu adalah “seorang yang bermasalah.” Tran tidak memiliki sejarah kriminal apa pun.

Dalam pernyataan tertulisnya, juru bicara Dinas Rahasia Martin Mullohand Sabtu mengatakan, tas punggung yang dibawa laki-laki itu tidak mengandung materi berbahaya.

Pemeriksaan menyeluruh dilakukan di bagian utara dan selatan Gedung Putih setelah penyusupan itu, tetapi Mullohand mengatakan tidak ada hal-hal yang memprihatinkan ditemukan dalam pemeriksaan tersebut.

Mulholland menambahkan Menteri Urusan Keamanan Dalam Negeri John Kelly sudah diberi penjelasan lengkap tentang insiden tersebut.

Ketika insiden itu terjadi, Trump berada di dalam Gedung Putih tetapi tidak dalam bahaya apa pun, demikian menurut beragam sumber di Gedung Putih. Trump hari Sabtu mengatakan pada wartawan bahwa ia telah diberi tahu tentang insiden itu.

“Dinas Rahasia melakukan pekerjaan yang sangat baik tadi malam. Saya menghargainya,” ujar Trump. Ia menambahkan, “Dinas Rahasia melakukan pekerjaan yang sangat baik. Pelaku adalah seorang yang bermasalah.”

Peningkatan Keamanan Gedung Putih

Dinas Rahasia AS telah meningkatkan keamanan di sekitar Gedung Putih setelah tiga insiden yang terjadi pada September 2014.

Dalam insiden yang paling serius, seorang veteran Perang Irak yang dinilai menderita gangguan stres pascatrauma melompati pagar pembatas pada 19 September dan berlari menuju ke pintu masuk di North Portico dan ke bagian timur kediaman presiden tempat ia ditangkap. Ia membawa sebuah pisau kecil di kantung celananya. Ketika insiden itu terjadi, presiden ketika itu, Barack Obama, dan keluarganya tidak berada di kediaman.

Kurang dari 24 jam kemudian seorang laki-laki asal New Jersey yang berusia 19 tahun ditangkap dan dituntut karena berupaya memasuki pintu gerbang Gedung Putih dengan berjalan kaki dan kembali dengan mengendarai mobilnya, kemudian menolak keluar dari mobil ketika diperiksa di pos keamanan.

Pada 11 September, seorang laki-laki juga memanjat pagar pembatas Gedung Putih dan segera ditangkap di bagian utara kawasan itu.

Pada 2016, seorang petugas Secret Service yang tidak berseragam ditembak dan melukai seorang laki-laki yang mendekati pintu masuk Gedung Putih dan menolak meletakkan pistol yang dibawanya.

Sejumlah anggota Kongres sebelumnya telah menerukan penyelidikan terhadap upaya penyusupan ke Gedung Putih itu. Setelah beberapa insiden pada 2014, anggota Kongres dari negara bagian New York, Peter King, mengatakan kepada Fox News, “ini adalah prosedur yang paling dasar. Jenis prosedur paling sederhana. Dengan keberadaan ISIS (militan Negara Islam) sekarang ini dan keprihatinan mendalam terhadap serangan-serangan teroris, bagaimana mungkin seseorang bisa benar-benar masuk ke Gedung Putih tanpa bisa dihentikan, merupakan hal yang tidak dapat dibenarkan.”

Upaya menghubungi King belum membuahkan hasil. [em]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG