Tautan-tautan Akses

Menhan AS: Aksi Penembakan Tak Lemahkan Hubungan AS-Afghanistan


Menteri Pertahanan Amerika Leon Panetta berada di Afghanistan untuk meredakan ketegangan pasca insiden penembakan (foto: dok).

Menteri Pertahanan Amerika Leon Panetta berada di Afghanistan untuk meredakan ketegangan pasca insiden penembakan (foto: dok).

Menteri Pertahanan Amerika Leon Panetta berada di Afghanistan untuk menenangkan situasi setelah seorang tentara Amerika dicurigai menembak-mati 16 warga sipil pekan ini, termasuk sembilan anak-anak.

Menteri Pertahanan Amerika Leon Panetta mengatakan kekerasan baru-baru ini – termasuk aksi penembakan membabi-buta di luar Kandahar yang diduga dilakukan seorang tentara Amerika – tidak akan mengecilkan tekad Amerika untuk melangsungkan misinya di Afghanistan.

Panetta juga mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa bahwa “perang adalah neraka” dan bahwa kejadian-kejadian mengerikan seperti ini terjadi dalam setiap perang. Ia mengatakan pembunuhan itu barangkali tidak akan menjadi pembunuhan yang terakhir, tetapi bahwa militer akan melakukan semua yang mungkin dilakukan untuk memastikan pembunuhan serupa itu tidak akan terjadi lagi.

Juru Bicara Pentagon George Little mengatakan, Rabu, Panetta bertemu dengan para pejabat propinsi Afghanistan dalam kunjungannya ke Afghanistan. Kunjungan Panetta, yang direncanakan beberapa pekan sebelumnya, berlangsung beberapa hari setelah seorang tentara Amerika dituduh melakukan pembunuhan terhadap 16 warga sipil di luar Kandahar dan berpekan-pekan setelah aksi demonstrasi warga Afghanistan memprotes pembakaran Quran di sebuah pangkalan militer Amerika.

Menurut Little, Panetta mengatakan kepada para pemimpin propinsi itu bahwa insiden demikian tidak mencerminkan rakyat Amerika atau rakyat Afghanistan, dan bahwa mayoritas besar pasukan keamanan berusaha melakukan hal yang benar.

Sementara itu, para pejabat mengatakan, sejumlah warga Afghanistan yang melakukan penyelidikan penembakan hari Minggu telah menyaksikan video tentara tersangka pelaku penembakan yang menyerahkan diri ke pangkalan militernya. Mereka mengatakan rekaman video itu dirilis untuk menepis gosip yang mengatakan lebih dari satu penembak terlibat dalam insiden itu.

Di Washington, Presiden Barack Obama mengatakan Amerika Serikat memandang insiden ini sangat serius seolah-olah warga negara Amerika sendiri yang dibunuh. Ia mengatakan pembunuhan warga sipil yang tidak bersalah adalah “keterlaluan dan tidak dapat diterima” dan tidak mewakili Amerika Serikat.

Ia mengatakan ia memiliki keyakinan yang luar biasa pada para pemimpin militer dan pasukan Amerika. Ia menegaskan kembali bahwa meskipun dengan adanya kemarahan publik, pasukan Amerika tidak akan terburu-buru ditarik dari Afghanistan.

XS
SM
MD
LG