Tautan-tautan Akses

Panel PBB Tuduh Pelanggaran Hukum Internasional di Yaman


Foto dari rekaman video tanggal 28 September 2015, menunjukkan lokasi perumahan yang rusak di desa al-Wahga, sebuah desa di Yaman. Warga setempat sedang melakukan pesta pernikahan ketika serangan udara koalisi pimpinan Saudi menghantam lokasi tersebut.

Foto dari rekaman video tanggal 28 September 2015, menunjukkan lokasi perumahan yang rusak di desa al-Wahga, sebuah desa di Yaman. Warga setempat sedang melakukan pesta pernikahan ketika serangan udara koalisi pimpinan Saudi menghantam lokasi tersebut.

Sebuah panel PBB meminta Dewan Keamanan untuk melakukan penyelidikan dugaan pelanggaran hukum internasional oleh semua pihak di Yaman.

Para pakar PBB mengatakan dalam sebuah laporan baru, koalisi pimpinan Arab Saudi yang melaksanakan serangan udara terhadap pemberontak Houthi, meluncurkan 119 sorti yang mungkin melanggar hukum kemanusiaan. Laporan itu mengatakan, banyak dari serangan udara itu menghantam warga sipil, termasuk kamp pengungsi, pesta pernikahan, sekolah, pasar dan lingkungan perumahan.

Mereka mengatakan setidaknya ada tiga insiden warga sipil melarikan diri dari helikopter yang mengejar dan menembaki mereka.

Laporan mereka juga menjelaskan taktik yang "menggunakan kelaparan sebagai metode perang."

"Tidak ada satupun jeda kemanusiaan untuk meringankan penderitaan rakyat Yaman yang sepenuhnya dipatuhi oleh pihak Yaman atau koalisi," kata laporan itu.

Para ahli tidak diijinkan masuk ke Yaman dan hanya mengandalkan pada gambar-gambar satelit dan sumber-sumber lain.

Pakar PBB mengatakan, lebih dari 82 persen penduduk Yaman sangat membutuhkan makanan dan perawatan medis.

Koalisi pimpinan Saudi, yang didukung pasukan darat Yaman dan Arab, bertempur untuk mengusir pemberontak Houthi yang didukung Iran dan menguasai ibukota Sana'a.

Perang telah menewaskan lebih dari 5.800 orang, banyak dari mereka warga sipil. Upaya PBB untuk memberlakukan gencatan senjata telah gagal. Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional baru-baru ini, kembali dari pengasingan di Arab Saudi dan bermarkas di kota pelabuhan Aden. [ps/jm]

XS
SM
MD
LG