Tautan-tautan Akses

Jalan-jalan Keliling AS Lewat Pameran Lego


Seorang arsitek Amerika membangun kembali gedung-gedung dan menara terkenal dalam bentuk mini dengan balok-balok Lego.

Pecinta arsitektur di Washington tidak perlu jauh-jauh pergi untuk melihat beberapa bangunan yang paling terkenal di dunia. Arsitek Adam Reed Tucker telah membangun miniatur lima belas bagunan terkenal di dunia dengan menggunakan Lego. Pameran bertajuk "LEGO Architecture: Towering Ambition" ini bertempat di National Building Museum, salah satu dari sekian banyak museum di Washington.

Lego adalah balok mainan dari plastik berukuran kecil dan berwarna-warni. Lego bisa disusun membentuk sebuah obyek. Mainan ini populer di kalangan anak-anak dari segala usia di seluruh dunia.

Adam Reed Tucker menyebut dirinya seorang seniman arsitektur. Ia adalah seorang arsitek profesional selama sepuluh tahun. Setelah serangan teroris pada 11 September 2001, ia memutuskan untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Ia ingin mengungkapkan perasaannya terhadap gedung pencakar langit dan sekaligus memperdalam pemahaman tentang arsitektur, rekayasa dan konstruksi. Ia memilih menggunakan sesuatu yang banyak diingat orang dari masa kanak-kanak mereka.

Salah satu yang dibangun kembali oleh Adam Reed Tucker adalah World Trade Center yang runtuh dalam serangan 11 September 2001.

Salah satu yang dibangun kembali oleh Adam Reed Tucker adalah World Trade Center yang runtuh dalam serangan 11 September 2001.

Salah satu miniatur gedung yang dipertunjukkan dalam pameran ini, antara lain adalah World Trade Center di New York yang hancur dalam serangan teroris. Selain itu ada The Gateway Arch, yang terkenal sebagai simbol di Saint Louis, Missouri, dan rumah terkenal yang disebut Fallingwater di Pennsylvania, yang dirancang oleh Frank Lloyd Wright. Ada pula gedung tertinggi di dunia, Khalifa Burj di Dubai. Tucker menggunakan lebih dari 450.000 lego untuk membuat miniatur Khalifa Burj setinggi lebih dari lima meter.

Tucker melakukan semua pekerjaan dengan tangan, dan hanya dibantu gambar bangunan yang akan ditirunya. Ia tidak menggunakan komputer atau gambar untuk merencanakan bangunannya. Sementara pameran berlangsung, Tucker akan mengerjakan karya terbarunya, yaitu Gedung Putih, tempat tinggal Presiden Amerika. Pengunjung dapat melihat ia menyusun lego satu persatu membentuk Gedung Putih.

Salah seorang pengunjung adalah Anne Bennett. Ia mengunjungi National Building Museum di Washington dengan dua cucunya, Dylan dan Daisy. Ia menggunakan pameran Lego untuk mengajari cucu-cucunya, tentang bangunan-bangunan terkenal.

"Favorit saya adalah gedung tinggi karena terbuat dari Lego. Ini sangat keren karena terlihat seperti ada ruang-ruang kecil," kata Daisy.

Salah satu yang dibangun kembali oleh Adam Reed Tucker adalah World Trade Center yang runtuh dalam serangan 11 September 2001.

Salah satu yang dibangun kembali oleh Adam Reed Tucker adalah World Trade Center yang runtuh dalam serangan 11 September 2001.

Daisy mengomentari Menara Willis, yang sebelumnya dikenal sebagai Menara Sears di Chicago, Illinois. Bangunan yang sebenarnya tingginya lebih dari 440 meter. Miniatur yang dibangun Tucker tingginya enam meter.

Setelah melihat-lihat model Tucker, pengunjung dapat membuat karya mereka sendiri di sebuah depot karya. Mereka dapat membuat rumah, gedung kantor, toko atau pabrik. Mereka kemudian dapat menempatkan model mereka pada sebuah peta kota besar. Kalau pengunjung semakin banyak, maka kota Lego itu juga akan semakin berkembang.

Pameran ini berlangsung sampai awal September 2010.

XS
SM
MD
LG