Tautan-tautan Akses

Palang Merah Salurkan Pohon Almond untuk Gaza


Komite Palang Merah Internasional telah mendistribusikan ribuan pohon almond atau pohon badam kepada petani Palestina di Jalur Gaza yang lahannya di dekat perbatasan dengan Israel telah rusak akibat perang yang berlanjut.

Palang Merah Internasional mulai mendistribusikan pohon badam atau almond Rabu (2/3) dalam upaya membantu petani membangun kembali kebun yang hancur dalam pertempuran dengan Israel.

"Kami mendistribusikan 4.000 pohon almond dengan lima varietas yang berbeda kepada petani-petani di daerah ini," kata Mamadow Sow, kepala sub-delegasi Komite Palang Merah Internasional di Gaza.

Lima puluh tahun yang lalu, pertanian menyumbang lebih dari setengah produk domestik bruto Palestina. Setelah mengalami perang selama puluhan tahun, sekarang sektor ini hanya menyumbang sekitar lima persen. Sebagian besar lahan pertanian di dekat perbatasan dengan Israel tidak bisa diakses karena penembakan yang terus menerus. Tetapi sebagian petani mengatakan mereka terpaksa mengambil risiko, termasuk Marwane Abu Mharreb.

"Kami berada dalam jarak 700 atau 800 meter dari perbatasan dengan Israel. Tentara berpatroli di sepanjang perbatasan dan kami mendengar suara tembakan dari menara keamanan. Mereka menembak dalam pelatihan, sehingga setiap hari kami mendengar suara tembakan. Kami mengolah lahan kami di sini dan kami merasa hidup kami berada dalam bahaya," kata Marwane Abu Mharreb.

Ekspor utama Gaza adalah stroberi, bunga, sayuran dan ikan. Daerah pesisir itu diblokade oleh Israel yang hanya mengizinkan pengiriman hasil pertanian dalam jumlah kecil dan tidak teratur melalui perlintasan perbatasan Kerem Shalom. Ketika tanaman pangan Palestina musnah akibat ledakan dan setelah pertempuran, tidak ada yang dapat diekspor dan utang menumpuk. Pemberian Palang Merah Internasional berupa pohon almond ini merupakan upaya untuk membangun kembali sebagian pertanian Gaza.

"Ini adalah proyek pemberian pohon almond kepada para petani. Banyak di antara mereka kehilangan pohon dalam perang terakhir," lanjut Mamadow Sow.

Petani khawatir pohon-pohon baru itu dapat mati akibat semprotan peranggas yang digunakan Israel untuk merontokkan daun di pohon-pohon dan semak-semak di sepanjang perbatasan supaya tidak dapat digunakan sebagai tempat bersembunyi untuk menanam bom pinggir jalan dan melakukan serangan terhadap Israel. Petani Palestina mengatakan semprotan itu menghancurkan tanaman yang menjadi makanan ternak mereka. Palang Merah mengatakan telah membahas penyemprotan itu dengan militer Israel.

Perbatasan Gaza dikontrol secara ketat oleh Israel dan Mesir untuk mencegah impor senjata dan perlengkapan militer untuk Hamas yang menguasai Jalur Gaza. [lt]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG