Tautan-tautan Akses

Pakistan Tepis Kekhawatiran AS Soal Senjata Nuklir Taktis


Parade rudal buatan Pakistan Shaheen-III, yang mampu membawa hulu ledak nuklir, di Islamabad (23/3).

Parade rudal buatan Pakistan Shaheen-III, yang mampu membawa hulu ledak nuklir, di Islamabad (23/3).

AS bersikeras bahwa senjata nuklir medan tempur, karena sifatnya sendiri, merupakan ancaman keamanan karena keamanan tidak dapat dijamin ketika senjata itu dibawa ke lapangan.

Penasehat keamanan nuklir tertinggi Pakistan telah menepis tekanan dan kekhawatiran yang meningkat atas keselamatan dari Amerika Serikat mengenai produksi dan penempatan senjata nuklir medan tempurnya.

“Kami tidak merasa bersalah mengenai pengembangan TNW atau senjata nuklir taktis dan pengembangan tersebut akan terus dilakukan,” kata Khalid Ahmed Kidwai, seorang penasehat yang disebut NCA atau Penguasa Komando Nasional dan penjaga persenjataan nuklir Pakistan.

Lembaga-lembaga yang bertanggung jawab atas perencanaan penyimpanan dan penempatan operasional memastikan “penempatan berimbang di lapangan dalam waktu dan tempat, sehingga senjata siap bereaksi pada saatnya harus bereaksi dan dalam pada itu tidak terseret ke pertempuran terlalu dini dan tetap aman,” kata Kidwai dalam seminar di Institut Pengkajian Strategi di Islamabad.

Ia tampaknya menanggapi kesaksian pekan lalu di hadapan Komisi oleh Hubungan Luar Negeri Senat Amerika Wakil Menteri Luar Negeri Amerika urusan Pengawasan Senjata dan Keamanan Internasional, Rose Gottemoeller.

Gottemoeller memuji “langkah sangat baik yang telah diambil oleh Pakistan untuk mengamankan senjata nuklirnya," tetapi mengatakan Washington gusar oleh pengembangan senjata nuklir medan tempur atau senjata nuklir taktis.

Dia berkeras bahwa senjata nuklir medan tempur, karena sifatnya sendiri, merupakan ancaman keamanan karena keamanan tidak dapat dijamin ketika senjata itu dibawa ke lapangan.

“Jadi kami sangat prihatin mengenai hal ini dan kami sudah menyampaikan keprihatinan kami dan kami akan terus mendesak Pakistan mengenai apa yang kita anggap aspek yang menggoyahkan program senjata nuklir medan-tempur mereka,” kata Gottenmoeller.

Ketegangan itu timbul menjelang Pertemuan Puncak Keamanan Nuklir pekan depan di Washington, dimana Presiden Barack Obama dan para pemimpin dunia lain akan membicarakan ancaman terorisme yang berhubungan dengan senjata radiasi dan meninjau kembali langkah-langkah keselamatan yang diusulkan. Pemimpin Pakistan dan saingan utamanya yang bersenjata nuklir, India, juga akan menghadirinya. [gp]

XS
SM
MD
LG