Tautan-tautan Akses

Pakistan Tangguhkan Eksekusi Pembunuh Ulama


Safia Bano, membawa foto suaminya, Imdad Ali (terpidana mati) di Burewala, Pakistan tengah, 18 September 2016 (AP Photo/Asghar Ali).

Safia Bano, membawa foto suaminya, Imdad Ali (terpidana mati) di Burewala, Pakistan tengah, 18 September 2016 (AP Photo/Asghar Ali).

Hukuman gantung bagi Imdad Ali (50 tahun), yang didapati bersalah tahun 2001 membunuh seorang ulama, telah mendatangkan kecaman dari organisasi hak azasi manusia. Terpidana didiagnosa menderita schizophrenia atau sakit gila tahun 2008.

Seorang pengacara Pakistan mengatakan Mahkamah Agung telah menangguhkan eksekusi seorang narapidana yang sakit jiwa yang hukuman gantungnya tadinya akan dilaksanakan pekan ini.

Imdad Ali (50 tahun), yang didapati bersalah tahun 2001 membunuh seorang ulama, telah mendatangkan kecaman dari organisasi hak azasi manusia. Terpidana didiagnosa menderita schizophrenia atau sakit gila tahun 2008.

Mahkamah Agung menolak kasasinya pekan lalu tetapi istrinya, Safia Bano, mengajukan petisi untuk menyelamatkan nyawanya.

Pengacaranya, Iqbal Gilani, mengatakan hari Senin (31/10) dewan tiga hakim menangguhkan hukuman gantung selama dua minggu untuk memberi waktu untuk menyidangkan petisi tadi. Ia mengatakan petisi itu akan disidangkan pada pekan kedua bulan November.

Sara Bilal, direktur organisasi hak azasi Proyek Keadilan mengatakan perkembangan itu akan dengan positif mempengaruhi nasib banyak terpidana hukuman mati di Pakistan. [gp]

XS
SM
MD
LG