Tautan-tautan Akses

Pakistan Gunakan Teknologi Lama untuk Inovasi Listrik


Inovasi listrik Pakistan

Inovasi listrik Pakistan

Di negara yang haus energi seperti Pakistan, pemerintah fokus untuk membangun pusat tenaga listrik yang kompleks dan bernilai miliaran dolar untuk memenuhi kebutuhan listrik.

Solusi mudah untuk mengatasi masalah besar

Seorang wirausahawan di desa kecil di daerah Kashmir yang dipimpin oleh Pakistan memiliki solusi yang lebih sederhana dan murah yang dapat membantu mengatasi masalah listrik di wilayah pegunungan ini.

Ashiq Hussain Kazmi memiliiki sebuah kincir air, yang oleh warga setempat disebut “jandar” dan telah digunakan untuk menggiling gandum selama eam dekade untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi warga desa Bagh Syedan, 20 kilometer dari ibukota kawasan tersebut, Muzafarabad.

Menurut Kazmi, kincir tersebut perlu perbaikan besar-besaran, terutama setelah gempa bumi Oktober 2005. “Sistem mekanik yang digunakan di sini sangat kuno dan perlu diganti untuk meningkatkan kinerjanya. Gempa bumi tersebut juga telah merusak sebagian pondasi kincir, tetapi kami tetap menggunakannya karena tidak mungkin bagi kami untuk memperbaikinya," jelasnya.

Seperti di tempat-tempat lain di Pakistan, Kazmi mengatakan desanya dan permukiman di sekitar desa tersebut gelap gulita setelah matahari terbenam, karena rencana pemerintah untuk tidak membebani jaringan listrik lemah. Banyak warga menggunakan lilin untuk menerangi rumahnya dan kayu untuk memasak.

Perangkat listrik, khususnya televisi dan kulkas telah dimatikan secara permanen. Warga desa tidak dapat mengisi ulang baterai-baterai telepon mereka untuk menghubungi saudara-saudara mereka.

Tanpa adanya harapan dari para pemimpin politik untuk memberikan bantuan segera dan memenuhi kebutuhan mereka, Kazmi berpaling pada kincir air tua miliknya sebagai solusi.

Menggunakan bahan daur ulang

Kazmi pergi ke kota untuk membeli alat-alat bekas dan kawat tembaga daur ulang dari tempat sampah barang bekas. Akhirnya ia berhasil menyulap kincir air tersebut menjadi pembangkit listrik dengan biaya kurang dari $100.

“Turbin 3,5 kilowatt ini memproduksi cukup listrik untuk menerangi delapan rumah keluarga kami," kata Kazmi. “Selain itu, mereka akhirnya dapat menyalakan televisi dan mengisi ulang baterai telepon mereka, dan satu kulkas juga dapat berfungsi dengan menggunakan tenaga dari generator ini."

“Kalau pemerintah bersedia bekerjasama dan memasang sebuah turbin yang lebih besar dengan daya 7,5 kilowatt di sini, kami dapat menyalurkan listrik tidak saja untuk 800 orang warga desa ini, tetapi juga permukiman sekitar kami," tambahnya.

Ada ratusan kincir air di daerah Kashmir yang miskin, namun Kazmi adalah salah satu dari segelintir warga yang mampu membiayai perbaikan kincir-kincir tersebut hingga menjadi pembangkit tenaga listrik.

Rencana Investasi Pemerintah

Kepala perencanaan regional Mansoor Qadir Dar mengatakan pemerintah tengah berupaya menyediakan dana untuk proyek-proyek seperti itu, namun ia mengakui bahwa pemerintah baru mengetahui adanya potensi energi yang dari kincir air ini.

"Mereka [pemilik kincir] harus mengirimkan pernyataan bahwa kincir angin tersebut tersedia dan ada air dan kami membutuhkan bantuan teknis dan keuangan ini dan itu, maka kami memberikan bantuan keuangan dan kami juga memiliki dana yang dialokasikan untuk fasilitas ini, " jelas Dar.

Pemerintah Perdana Menteri Nawaz Sharif telah berjanji untuk mengatasi krisis listrik pada tahun 2018, saat beberapa proyek mega energi yang diusulkan selesai dan mulai menambahkan ribuan megawatt listrik ke jaringan nasional.

Pakistan menghadapi kekurangan listrik tahunan sekitar 4.500 megawatt di musim panas, puncaknya pada bulan Juni dan Juli.

Bulan lalu, Perdana Menteri Sharif meresmikan pusat listrik bertenaga surya dengan kekuatan 100 megawatt yang dibangun China di tengah padang pasir Cholistan di Punjab. Menurut pejabat setempat, pusat listrik ini akan menambah 1.000 megawatt ke jaringan nasional dalam dua tahun mendatang, dan menjadikannya salah satu taman surya terbesar di dunia.

Mitra China, kesepakatan investasi

Pakistan dan China baru-baru ini meresmikan rencana investasi senilai $46 miliar yang disebut sebagai 'China-Pakistan Economic Corridor' (CPEC).

Kedua negara tersebut telah menandatangi kesepakatan investasi awal tahun ini ketika presiden China berkunjung ke Islamabad untuk mempromosikan berbagai proyek energi gas, batubara dan surya yang akan menghasilkan ribuan megawatt listrik selama beberapa tahun mendatang.

“Hampir $34 miliar direncanakan untuk investasi di sektor energi," kata Tariq Fatemi, asisten khusus perdana menteri tentang kebijakan luar negeri. “Kami berharap 10.400 MW ditambahkan ke jaringan nasional selama tiga tahun mendatang," ujarnya.

Namun ada rasa skeptis di kalangan masyarakat tentang pernyataan pejabat Pakistan untuk mengakhiri krisis energi dalam waktu dekat di negara yang sedang kesulitan uang tersebut, apalagi dalam keadaan keamanan yang semakin memburuk.

Banyak orang di Pakistan juga yakin bahwa para politisi lebih menyukai proyek mega senilai miliaran dolar daripada solusi sederhana agar mereka bisa mengambil keuntungan melalui suap dan komisi dalam jumlah yang besar.

Tapi Kazmi dan pemilik kincir angin lainnya di kawasan Kashmir yakin dengan sedikit bantuan pemerintah, fasilitas yang mereka miliki bisa membantu memecahkan masalah tersebut, setidaknya bagi orang-orang yang tinggal dekat darinya.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG