Tautan-tautan Akses

Pakistan: Faksi Taliban Afghanistan Berminat Pembicaraan Damai dengan Kabul


Kepala penasihat kebijakan luar negeri perdana menteri Pakistan, Sartaj Aziz (Foto: dok).

Kepala penasihat kebijakan luar negeri perdana menteri Pakistan, Sartaj Aziz (Foto: dok).

Awal tahun ini, penasihat Pakistan itu mengaku dalam pembicaraan publik di Washington bahwa pemimpin dan pejuang Taliban kembali ke fasilitas medis Pakistan untuk pengobatan dan selama ini berlindung di sisi perbatasan itu.

Pakistan meminta pihak-pihak yang berperang di Afghanistan untuk melanjutkan pembicaraan, dan berjanji negara itu akan mengikuti "prioritas yang ditetapkan pemerintah terpilih Afghanistan" untuk mengupayakan perdamaian dan rekonsiliasi dengan Taliban.

Kepala penasihat kebijakan luar negeri perdana menteri, Sartaj Aziz, menyampaikan hal itu hari Jumat dalam pertemuan di Islamabad dengan anggota tidak resmi dialog antara parlemen Pakistan dan Afghanistan, mantan pejabat, perunding perdamaian dan aktivis masyarakat madani.

Aziz mengatakan Pakistan percaya Taliban dan kelompok-kelompok lain yang melancarkan perang seharusnya menyadari bahwa Afghanistan telah berubah selama bertahun-tahun, di mana mayoritas umumnya tidak ingin kembali ke masa lalu.

Pusat Penelitian dan Kajian Keamanan yang berbasis Islamabad bermitra dengan Organisasi Perempuan Perdamaian dan Keamanan Afghanistan mengatur pertemuan tidak resmi itu guna mendorong pemahaman dan kerjasama yang lebih baik antara kedua tetangga yang sering berselisih.

Awal tahun ini, penasihat Pakistan itu mengaku dalam pembicaraan publik di Washington bahwa pemimpin dan pejuang Taliban kembali ke fasilitas medis Pakistan untuk pengobatan dan selama ini berlindung di sisi perbatasan itu.

Kehadiran pemberontak menjadi pusat ketegangan bilateral dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani telah berulang kali mendesak Islamabad mencegah Taliban menggunakan wilayah Pakistan.

Taliban sejauh ini belum menunjukkan kesediaan terlibat dalam pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan dan menolak keras laporan wakilnya yang bertemu secara rahasia dengan kepala intelijen Afghanistan di Qatar. [ka/lt]

XS
SM
MD
LG