Tautan-tautan Akses

Pakistan Desak Taliban Setujui Gencatan Senjata tanpa Syarat


Pakistan

Pakistan

Perundingan perdamaian tentatif antara pemerintah Pakistan dan Taliban terhenti hari Selasa, setelah militan membunuh sejumlah tentara yang mereka sandera.

Menghadapi serangan militan berkelanjutan, pemerintah Pakistan hari Selasa mendesak agar Taliban menyetujui gencatan senjata tanpa syarat.

Irfan Siddiqui, koordinator tim pemerintah yang memimpin pembicaraan itu menegaskan, tanpa mengakhiri kekerasan, pembicaraan yang sudah goyah tidak bisa berlanjut.

Siddiqui mengatakan, jika ada respons positif terhadap seruan pemerintah bagi gencatan senjata, atau jaminan diakhirinya kekerasan, maka pemerintah tidak keberatan untuk melanjutkan pembicaraan.

Sepanjang akhir pekan, kelompok sempalan Taliban membunuh 23 tentara yang mereka sandera di kawasan kesukuan Pakistan barat-laut. Pekan lalu, serangan bom militan menewaskan setidaknya 10 tentara di Karachi, Pakistan selatan.

Analis dan profesor Rasul Baksh Rais mengatakan, untuk jangka pendek pemerintah mungkin akan tetap menempuh jalur pembicaraan.

Tetapi, menurutnya, serangan berkelanjutan mengikis kepercayaan akan keberhasilan solusi melalui perundingan dengan Taliban, dan tekanan semakin meningkat agar angkatan bersenjata Pakistan yang kuat melancarkan aksi militer.

"Saya percaya, sementara menilai apa yang mungkin akan dihasilkan dari dialog dengan Taliban, pemerintah pasti bersiap melancarkan operasi militer," ujar Rais.

Maulana Yusuf Shah, anggota komisi yang ditunjuk Taliban untuk mewakili militan dalam pembicaraan itu hari Selasa mengatakan, sebagian besar militan bersedia untuk mempertimbangkan gencatan senjata.

Shah mengatakan, Tehreek-e-Taliban telah memberi jaminan bahwa umumnya kelompok itu bersedia menyetujui gencatan senjata, dan kelompok-kelompok itu terikat untuk mematuhi setiap keputusan Taliban. Ia menyatakan, sangat sedikit yang menentang gencatan senjata, dan Taliban sedang berusaha membujuk mereka.

Tehreek-e-Taliban adalah kelompok payung jaringan longgar militan Muslim yang beroperasi di Pakistan.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG