Tautan-tautan Akses

Pakistan Berduka, Sedikitnya 70 Tewas dalam Pemboman di Lahore


Para aktivis Pakistan di Karachi menyalakan lilin untuk mengenang dan mendoakan para korban serangan bom di Lahore (28/3).

Para aktivis Pakistan di Karachi menyalakan lilin untuk mengenang dan mendoakan para korban serangan bom di Lahore (28/3).

Pakistan berduka cita atas tewasnya 70 orang dalam pemboman bunuh diri Taliban hari Minggu di kota Lahore, Pakistan timur. Ledakan maut itu terjadi di taman umum yang ramai dan juga melukai lebih 300 orang, termasuk wanita dan anak-anak.

Kekerasan itu, menurut klaim juru bicara Taliban, ditujukan terhadap keluarga-keluarga Kristen yang berkumpul di taman itu sehubungan dengan perayaan Paskah.

Serangan teroris di ibukota provinsi Punjab yang berpenduduk paling besar di Pakistan itu telah dikecam oleh para pemimpin nasional dan internasional.

Perdana Menteri Nawaz Sharif tiba di Lahore Senin pagi (28/3) di mana ia memimpin rapat pejabat tinggi sipil dan keamanan. Sementara mengutuk serangan teroris terhadap kaum sipil yang tidak bersalah, Sharif mengatakan serangan itu tidak akan menghambat usaha untuk melenyapkan ekstrimisme dan terorisme di Pakistan.

Dalam pernyataan dari juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika, Nied Price, Amerika Serikat mengutuk “ sekeras-kerasnya serangan di Lahore itu, dengan menyebutnya tindakan pengecut di sebuah taman yang selama ini indah dan damai.”

Sekjen PBB Ban Ki-moon juga telah mengeluarkan pernyataan yang dengan kuat mengutuk pemboman itu dan menyerukan agar “pelaku tindak teroris yang keji ini diseret ke pengadilan segera, sesuai dengan kewajiban hak azasi manusia.”

Ia mendesak pemerintah Pakistan agar berusaha sekuatnya memberlakukan langkah perlindungan untuk memastikan keamanan pribadi semua orang, termasuk masyarakat minoritas agama yang tinggal di negara itu. [gp]

XS
SM
MD
LG