Tautan-tautan Akses

Pakistan Bebaskan Wakil Komandan Taliban Afghanistan

  • Ayaz Gul

Wakil komandan Taliban Afghanistan Abdul Ghani Baradar. (Foto: Dok)

Wakil komandan Taliban Afghanistan Abdul Ghani Baradar. (Foto: Dok)

Pemerintah Pakistan membebaskan Abdul Ghani Baradar, salah seorang dari puluhan pemberontak Taliban yang ditahan di Pakistan.

Pakistan telah membebaskan wakil komandan Taliban Afghanistan Abdul Ghani Baradar sebagai upaya memulai proses perdamaian yang kusut dengan negara tetangga Afghanistan, sementara sebagian besar pasukan NATO bersiap-siap meninggalkan negara yang dikoyak perang, pada akhir 2014.

Pejabat Pakistan mengatakan Sabtu (21/9) bahwa Baradar sudah bebas, namun menolak merinci lebih lanjut.

Serangan rahasia atas persembunyian Baradar di Karachi tiga tahun lalu membuahkan ditangkap dan ditahannya wakil pemimpin Taliban Afghanistan itu.

Baradar adalah salah seorang dari puluhan pemberontak Taliban yang ditahan di Pakistan. Para pejabat hingga kini tidak memberi alasan penahanan mereka dan tidak ada satupun yang dikenakan tuduhan.

Pemerintah Afghanistan dan Amerika sudah lama mendesak Pakistan supaya membebaskan para tahanan itu dan memulangkan mereka ke Afghanistan, dengan harapan mereka dapat membujuk pimpinan pemberontak kembali ke meja perundingan, membantu mengakhiri konflik berkepanjangan di Afghanistan.

"Proses perdamaian harus melibatkan Taliban. Jadi, Mullah Baradar merupakan salah satu sosok yang sangat penting yang dekat dengan pimpinan tinggi Taliban. Jadi menurut saya Mullah Baradar dapat menjadi fasilitator yang baik dalam proses perdamaian ini,” ujar Mushahid Hussain, seorang senator Pakistan dan memimpin komisi luar negeri di Majelis Tinggi DPR.

Pakistan membebaskan 26 tahanan Taliban akhir tahun lalu namun para pejabat Afghanistan tidak suka adanya langkah ini. Mereka berkeras bahwa Pakistan tidak mempercayai Afghanistan dan keberadaan para tahanan yang dibebaskan itu tidak diketahui, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang manfaat langkah Pakistan itu.

Sejak kunjungan resmi Presiden Afghanistan Hamid Karzai ke Islamabad akhir bulan lalu, Pakistan telah membebaskan delapan tahanan Taliban lagi, bersamaan dengan Baradar, setelah terlebih dahulu saling tukar informasi dengan pemerintah Afghanistan.

Namun, juru bicara kementerian luar negeri Aizaz Ahmed Chaudhry menolak kritik yang mengatakan bahwa pembebasan dini yang dilakukan Pakistan terhadap pimpinan Taliban tidak membantu proses perdamaian.

Baradar merupakan pendiri gerakan pemberontakan Taliban dan seseorang yang dekat dengan Pemimpin Mullah Mohammad Omar yang tertutup itu. Ia ditempatkan dalam posisi politik dan militer yang penting, ketika Taliban berkuasa di Afghanistan dari hingga 2001.

Di Kabul, juru bicara presiden Aimal Faizi mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah Afghanistan menyambut baik keputusan Pakistan untuk membebaskan Baradar dan berharap agar pemimpin Taliban itu memutuskan untuk kembali ke Afghanistan. Ia berpendapat bahwa tekanan yang terus menerus dari pemerintah Afghanistan telah berakibat pada pembebasan Baradar.
XS
SM
MD
LG