Tautan-tautan Akses

Pakistan Bebaskan Lebih Banyak Tahanan Taliban Afghanistan


Tentara Pakistan menangkap para aktivis terkait al-Qaida di Angore Adda, Pakistan (Foto: dok). Pemerintah Pakistan telah membebaskan delapan tahanan Taliban Afghanistan, termasuk mantan Menteri Kehakiman Afghanistan Mullah Nooruddin Turabi (31/12).

Tentara Pakistan menangkap para aktivis terkait al-Qaida di Angore Adda, Pakistan (Foto: dok). Pemerintah Pakistan telah membebaskan delapan tahanan Taliban Afghanistan, termasuk mantan Menteri Kehakiman Afghanistan Mullah Nooruddin Turabi (31/12).

Pakistan telah membebaskan delapan tahanan Taliban Afghanistan, termasuk menteri kehakiman semasa kekuasaan Taliban di Afghanistan pada akhir tahun 1990an.

Departemen Luar Negeri Pakistan hari Senin mengatakan dalam pernyataan bahwa termasuk yang dibebaskan adalah mantan Menteri Kehakiman Afghanistan Mullah Nooruddin Turabi dan mantan gubernur propinsi Helmand Abdul Bari, serta dua mantan gubernur Taliban lain dan seorang mantan menteri Taliban.

Departemen itu mengatakan para tahanan itu dibebaskan guna memfasilitasi lebih jauh proses rekonsiliasi di Afghanistan.

Turabi dikatakan dalam keadaan sakit-sakitan dan PBB mengatakan ia ditunjuk sebagai komandan militer Taliban di Afghanistan pertengahan tahun 2009 dan menjadi wakil pemimpin agung Taliban, Mullah Omar.

Jurubicara Taliban Afghanistan mengukuhkan pembebasan Turabi. Awal bulan ini, Pakistan membebaskan sembilan tahanan Taliban Afghanistan tetapi mantan wakil pemimpin kelompok pemberontak itu, Mullah Abdul Ghani Baradar. Ia ditangkap di Pakistan tahun 2010.

Afghanistan telah lama berupaya mendapatkan akses ke para tahanan itu untuk membantu memajukan proses perdamaian yang tersendat-sendat. Dukungan dari Pakistan, yang dulu mendukung rezim Taliban, dianggap penting bagi upaya rekonsiliasi di Afghanistan sementara pasukan internasional merampungkan penarikan mundur dari negara yang dikoyak perang itu pada akhir 2014.

Sementara itu, seorang perunding perdamaian Afghanistan mengatakan pemerintah berharap akan mengubah Taliban Afghanistan menjadi gerakan politik, dan bahwa semua pihak menyadari solusi militer atas sengketa itu tidak mungkin. Mohammad Masoom Stanekzai mengatakan kepada Reuters ia optimistis dengan berhati-hati mengenai kemungkinan rekonsiliasi dengan Taliban.
XS
SM
MD
LG