Tautan-tautan Akses

Pakistan Batasi Gerakan Ilmuwan Nuklirnya


Abdul Qadeer Khan mengaku telah menjual rahasia nuklir kepada Libya, Iran dan Korea Utara. Ia menjalani tahanan rumah selama lima tahun, tetapi kemudian dibebaskan pada bulan Februari 2009.

Abdul Qadeer Khan mengaku telah menjual rahasia nuklir kepada Libya, Iran dan Korea Utara. Ia menjalani tahanan rumah selama lima tahun, tetapi kemudian dibebaskan pada bulan Februari 2009.

Pengadilan Tinggi Lahore mengumumkan Senin ini, Khan tetap tidak diizinkan berbicara tentang teknologi senjata nuklir.

Pengadilan Pakistan memutuskan ilmuwan nuklir yang pernah dijatuhi hukuman, Abdul Qadeer Khan, kini dapat bergerak bebas, namun harus tetap dikenakan pembatasan-pembatasan. Salah satu pembatasan tersebut misalnya, seperti kewajiban melaporkan tentang gerakan-gerakannya kepada badan keamanan.

Pengadilan Tinggi Lahore mengumumkan Senin ini, Khan tetap tidak diizinkan berbicara tentang teknologi senjata nuklir, dan bahwa dia harus memberikan jadwal perjalanannya sebelum meninggalkan rumah.

Khan mengaku telah menjual rahasia nuklir kepada Libya, Iran dan Korea Utara.

Pemerintah Pakistan mengajukan petisi awal tahun ini kepada pengadilan bersangkutan untuk meminta pelarangan terhadap kebebasan bergerak Khan, dengan alasan, kebebasan Khan merupakan ancaman terhadap keamanan nasional.

Khan menjalani tahanan rumah selama lima tahun, tetapi kemudian dibebaskan pada bulan Februari 2009. AS menyatakan bahwa Khan tetap "merupakan resiko bagi proliferasi nuklir."

XS
SM
MD
LG