Tautan-tautan Akses

Pakistan Bantah Tuduhan Berkomplot dalam Kasus Bin Laden


Perdana Menteri Pakistan, Yousuf Raza Gilani memberikan pidato di depan parlemen Pakistan, Senin (9/5).

Perdana Menteri Pakistan, Yousuf Raza Gilani memberikan pidato di depan parlemen Pakistan, Senin (9/5).

Dalam pidato kepada parlemen Senin, PM Pakistan Yousuf Raza Gilani menyebut tuduhan berkomplot dengan Al-Qaida itu konyol.

Perdana Menteri Pakistan membantah klaim bahwa negaranya tidak kompeten sehingga memungkinkan pemimpin al-Qaida itu bersembunyi di Pakistan.

Dalam pidato kepada parlemen Senin, Yousuf Raza Gilani menyebut tuduhan seperti itu konyol. Ia mengatakan “tidak jujur” kalau orang menyebarkan hasutan bahwa para pemimpin Pakistan, termasuk badan intelijen negara itu, berkomplot dengan al-Qaida. Ia menyuarakan dukungannya untuk militer dan badan mata-mata itu, yang katanya merupakan aset nasional.

Pasukan khusus Amerika membunuh bin Laden dalam sebuah serangan terhadap sebuah kompleks rumah di Abbottabad minggu lalu. Perdana Menteri Gilani mengatakan kematian pemimpin teroris itu merupakan keadilan yang tepat.

Pemimpin Pakistan itu juga menuduh “semua badan intelijen di dunia” gagal mendeteksi persembunyian bin Laden, dan memerintahkan penyelidikan bagaimana pemimpin bin sampai bisa bersembunyi di Pakistan. Seorang jenderal Pakistan akan memimpin penyelidikan ini.

Perdana Menteri Gilani mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa prioritas Pakistan adalah menumpas terorisme, dan mencatat bahwa 30 ribu penduduk dan 5.000 anggota keamanan Pakistan telah tewas dalam pertempuran. Ia mengatakan al-Qaida telah menyatakan perang terhadap Pakistan.

Gilani juga mengecam serangan Amerika itu, dan memperingatkan bahwa tindakan unilateral semacam itu di wilayah Pakistan punya risiko konsekuensi yang serius. Ia menambahkan bahwa Pakistan sangat mengutamakan hubungannya dengan Amerika. Ia mengatakan kemitraan Amerika Pakistan didasarkan pada kepentingan bersama disertai sikap hormat dan rasa percaya.

Komentara perdana menteri ini datang sementara para anggota oposisi, yang dipimpin mantan perdana menteri Nawaz Sharif, mengecam operasi Amerika itu dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan Pakistan.

Jurubicara Gedung Putih, Jay Carney

Jurubicara Gedung Putih, Jay Carney

Sementara itu, Gedung Putih mengatakan pihaknya tidak akan minta maaf atas serangan yang menewaskan pemimpin al-Qaida Osama bin Laden di wilayah Pakistan. Jurubicara Gedung Putih, Jay Carney, mengatakan Presiden Barack Obama merasa ia memiliki “hak’ untuk melancarkan operasi itu demi menangkap teroris yang jadi buronan nomor satu di dunia.

Sebelumnya, Perdana Menteri Yousuf Raza Gilani memperingatkan bahwa “tindakan unilateral” di wilayah Pakistan akan punya konsekuensi serius.

Carney mengatakan, Washington paham keprihatinan Pakistan dan kerjasama dengan Pakistan penting bagi kepentingan keamanan Amerika.

Jubir Gedung Putih itu juga mengatakan Amerika dan Pakistan sedang berkonsultasi pada berbagai tingkat untuk mengetahui bagaimana bin Laden bisa lolos dari penangkapan sedemikian lamanya ketika tinggal di Pakistan.

XS
SM
MD
LG