Tautan-tautan Akses

Pakistan akan Balas Langsung Agresi Apapun di Perbatasan

  • Kurt Achin

Panglima militer Pakistan, Jenderal Ashfaq Kayani telah memerintahkan tentara Pakistan di wilayah perbatasan untuk membalas serangan agresi apapun (foto:dok).

Panglima militer Pakistan, Jenderal Ashfaq Kayani telah memerintahkan tentara Pakistan di wilayah perbatasan untuk membalas serangan agresi apapun (foto:dok).

Pakistan bertekad semakin keras menantang hubungan negara itu dengan NATO dan Amerika, menyusul serangan koalisi yang menewaskan sejumlah tentara pasukan Pakistan hari Sabtu lalu.

Panglima militer Pakistan, Jendral Ashfaq Kayani telah memerintahkan pasukan Pakistan di sepanjang perbatasan untuk mempertahankan diri melawan agresi apa saja di masa depan tanpa harus menunggu perintah dari komando yang lebih tinggi.

Sumber-sumber militer Pakistan mengkonfirmasi hal itu pada VOA Jumat kemarin bahwa Jendral Kayani mengatakan pada tentaranya untuk membalas penuh agresi apa saja di masa datang “berapapun biayanya dan apapun konsekuensinya” menyusul pemboman NATO terhadap dua pos perbatasan Pakistan hampir satu minggu lalu yang menewaskan 24 tentara Pakistan.

Pihak militer, Jumat kemarin juga menyangkal sebuah laporan dalam harian “Wall Street Journal” yang mengutip pejabat Amerika yang tidak disebut namanya bahwa Pakistan telah mengijinkan NATO melakukan serangan itu. Laporan itu mengatakan Pakistan meyakinkan komandan-komandan NATO bahwa tidak ada pasukan Pakistan di wilayah itu, setelah pasukan khusus Amerika mendapat serangan dari wilayah Pakistan di dekat perbatasan itu.

Penyelidikan sedang dilangsungkan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi menjelang fajar tanggal 26 November itu, ketika Pakistan mengatakan beberapa helikopter NATO dan jet-jet tempur menembaki pos-pos di wilayah perbatasan Mohmand selama satu jam lebih. Sebuah laporan penyelidikan oleh militer Amerika akan dikeluarkan akhir bulan ini.

PM Yousuf Raza Gilani dan pejabat-pejabat tinggi lainnya memberi penjelasan pada Komisi Keamanan Nasional Parlemen Pakistan, Jumat kemarin.

Menteri penerangan, Firdous Ashiq Awan mengatakan komisi itu menyetujui keputusan perdana menteri untuk memboikot konferensi rekonsiliasi Afghanistan di Bonn, Jerman, minggu depan.

Ia mengatakan, “Pakistan tidak akan ikut dalam konferensi Bonn itu. Tak satupun wakil Pakistan akan pergi kesana.”

Ke-17 anggota komisi parlemen secara resmi mendukung pernyataan perdana menteri Gilani bahwa pengorbanan Pakistan dalam perang melawan teror belum sepenuhnya diakui, dan serangan NATO itu adalah pelanggaran terhadap kedaulatan Pakistan. Awan mengatakan komisi itu akan membuat rekomendasi mengenai perubahan hubungan Pakistan dengan Barat.

“Mereka akan memberi kerangka kerja dan panduan pada parlemen untuk memutuskan bentuk-bentuk kerjasama baru dengan mitra-mitra NATO kami mengenai perang melawan teror ini, " ujar Awan.

Pakistan telah menutup dua jalan utama yang merupakan jalur pemasok makanan, bahan bakar dan barang lainnya yang sangat dibutuhkan NATO. Pakistan juga memerintahkan Amerika menarik pasukannya dari pangkalan udara di Pakistan barat daya.

Menlu Pakistan Hina Rabbani mengatakan akan ada perubahan yang lebih banyak lagi.

PM Gilani mengatakan pada anggota parlemen Jumat kemarin pemerintahannya tidak akan membiarkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Pakistan terancam oleh apa yang disebutnya, “aksi-aksi yang tidak dipertimbangkan dengan matang dan terburu-buru “.

PM Gilani menggunakan pernyataan itu untuk mengulangi kemarahan Pakistan atas seruan berulang-ulang Barat agar Pakistan berbuat lebih banyak dalam perang melawan teroris. Ia mengatakan ada batas kesabaran Pakistan dan “kerjasama tidak bisa berjalan satu arah.”

XS
SM
MD
LG