Tautan-tautan Akses

Pakar Vietnam: Pendekatan Filipina-China Baik Bagi Perdamaian Maritim


Dr. Tran Truong Thuy, Direktur Yayasan Pengkajian Laut Timur saat memberikan sambutan di CSIS, Washington DC (Foto: dok).

Dr. Tran Truong Thuy, Direktur Yayasan Pengkajian Laut Timur saat memberikan sambutan di CSIS, Washington DC (Foto: dok).

Sekalipun penyelesaian sengketa Laut China Selatan tidak mungkin tercapai dalam waktu dekat, membaiknya hubungan antara Beijing dan Manila diperkirakan akan baik bagi perdamaian maritim di kawasan itu.

Ketika Presiden Filipina Rodrigo Duterte berkunjung ke China bulan Oktober, ada kekhawatiran ia sedang beralih menjauhi Amerika Serikat. Tetapi Tran Truong Thuy, Direktur Yayasan Pengkajian Laut Timur di Hanoi berpendapat ini kabar baik bagi Laut China Selatan.

Di pertemuan Puncak Vietnam majalah "The Economist" di Kota Ho Chi Minh, ia mengatakan bahwa kalau China semakin bersahabat dengan Filipina, China tidak akan mungkin mengancam kemajuan itu, misalnya, dengan mereklamasi pulau-pulau dekat Filipina.

“Kalau China sekarang melakukan reklamasi, ini akan memundurkan normalisasi hubungan antara China dan Filipina,” kata Thuy, yang lembaganya diberi nama yang digunakan Vietnam untuk Laut China Selatan. “Dan saya kira dalam waktu dekat, China tidak akan melakukan kegiatan seperti itu,” katanya.

Pendekatan antara Manila dan Beijing sangat di luar dugaan karena Mahkamah Arbitrase Permanen yang berbasis di Den Haag memutuskan bulan Juli bahwa pembangunan pulau oleh China melanggar perairan Filipina. Sebelumnya, Manila adalah penentang paling keras klaim wilayah China di kawasan itu, tetapi itu semuanya telah berubah ketika presiden baru Filipina memangku jabatan beberapa bulan lalu. [gp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG