Tautan-tautan Akses

Pakar: Korut Masih Perlukan Waktu Lama untuk Kembangkan Misil Balistik Antar Benua


Para pakar mengatakan keberhasilan Korea Utara meluncurkan roket yang dapat menempatkan satelit dalam orbit bukan berarti Pyongyang akan segera memiliki misil balistik antar benua (Foto: dok).

Para pakar mengatakan keberhasilan Korea Utara meluncurkan roket yang dapat menempatkan satelit dalam orbit bukan berarti Pyongyang akan segera memiliki misil balistik antar benua (Foto: dok).

Menurut para pakar, diperlukan waktu bertahun-tahun lagi sebelum Korea Utara berpeluang mengembangkan misil andal yang dapat mencapai daratan Amerika dan sasaran-sasaran jauh lainnya.

Setelah bekerja keras selama 14 tahun, Korea Utara akhirnya memiliki roket yang dapat menempatkan satelit dalam orbit. Tetapi itu tidak berarti bahwa Pyongyang akan segera memiliki misil balistik antar benua.

Menurut para pakar, diperlukan waktu bertahun-tahun lagi sebelum Korea Utara berpeluang mengembangkan misil andal yang dapat mencapai daratan Amerika dan sasaran-sasaran jauh lain.

Sebuah program misil dibangun dengan ujicoba rumit dan sistematis selama puluhan tahun, hal yang sangat sulit dilakukan Korea Utara yang perekonomiannya terpuruk dan menghadapi sanksi setiap kali melakukan peluncuran roket.

Seorang pakar mengatakan, ada jurang lebar antara membuat sebuah sistem bekerja dan memiliki sistem yang cukup andal untuk penggunaan militer.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan hari Kamis (13/12) mengatakan, satelit Korea Utara yang dipasang hari Rabu itu mengorbit secara normal dengan kecepatan 7,6 kilometer per detik, tetapi tidak diketahui misi apa yang dilakukannya.

Meskipun berkeras bahwa proyek ini bertujuan damai, Korea Utara juga telah melakukan dua kali uji-coba nuklir, dan mengabaikan desakan internasional agar menghentikan program senjata nuklirnya.
XS
SM
MD
LG