Tautan-tautan Akses

Laporan Pakar IAEA: Jepang Remehkan Ancaman Tsunami


Para pekerja TEPCO di PLTN Fukushima yang rusak (17/5). Pakar IAEA mengatakan, perancang PLTN harus melakukan usaha yang lebih besar untuk mengantisipasi bencana alam.

Para pekerja TEPCO di PLTN Fukushima yang rusak (17/5). Pakar IAEA mengatakan, perancang PLTN harus melakukan usaha yang lebih besar untuk mengantisipasi bencana alam.

Laporan lengkap tim yang beranggota 18 orang itu akan disampaikan dalam pertemuan Badan Tenaga Atom Internasional mulai tanggal 20 Juni di Wina.

Sebuah tim pakar internasional yang menyelidiki kecelakaan nuklir di Fukushima mengatakan Jepang meremehkan ancaman tsunami terhadap pembangkit listrik tenaga nuklirnya.

Temuan itu berisi laporan pendahuluan yang dipersiapkan untuk diberikan kepada pemerintah Jepang hari Rabu. Laporan lengkap tim yang beranggota 18 orang itu akan disampaikan dalam pertemuan Badan Tenaga Atom Internasional mulai tanggal 20 Juni di Wina.

Laporan hari Rabu itu mengatakan para pejabat Jepang melakukan semua yang mungkin dilakukan setelah terjadinya tsunami tanggal 11 Maret itu, yang melumpuhkan aliran listrik dan sistem pendingin yang kemudian menyebabkan melelehnya bahan bakar nuklir di tiga dari enam reaktor di PLTN Fukushima itu.

Tetapi laporan itu mengatakan kecelakaan itu menunjukkan bahwa para perancang PLTN di Jepang dan di seluruh dunia harus melakukan usaha-usaha yang lebih besar untuk mengantisipasi dan bersiap-siap menghadapi bencana alam.

XS
SM
MD
LG