Tautan-tautan Akses

Pakar Barat Mulai Lirik Akupuntur


Seni terapi dengan jarum ini sudah lama populer di dunia Timur, tapi baru-baru ini saja mulai digemari di negara-negara Barat.

Seni terapi dengan jarum ini sudah lama populer di dunia Timur, tapi baru-baru ini saja mulai digemari di negara-negara Barat.

Menurut sebuah studi baru dari New York, jarum akupuntur merangsang adenosin, yang mematikan rasa sakit.

Akupuntur telah digunakan sebagai pengobatan selama ribuan tahun, namun dunia kedokteran Barat lambat mengadopsi praktik tersebut. Salah satu alasannya, karena tidak seorang pun yang bisa menjelaskan cara kerja akupuntur. Sebuah teori menyebut menusuk jarum ke beberapa titik tertentu pada tubuh, menstimulasi sistem saraf untuk mengeluarkan endorfin pemati rasa sakit alami di otak.

Tetapi Dr. Maiken Nedergaar seorang ahli saraf di Rumah Sakit Universitas Roschester di New York melihat ada sesuatu yang salah dengan penjelasan itu.

“Bila kita merasa sakit di kaki atau di lengan, kita lakukan akupuntur di dekat bagian yang terasa sakit itu. Jadi, mekanisme system saraf tidak bisa menjelaskan itu, karena kalau demikian, tidak jadi soal di bagian mana akupuntur itu dilakukan. Jadi kami kira pasti ada mekanisme lokalnya dan karena itu sebabnya kami mengkaji adenosin," katanya.

Adenosin adalah pemati rasa sakit alami dalam sel-sel tubuh kita yang bekerja mirip anastesi lokal. Adenosin keluar bila ada luka, dan mencegah sinyal-sinyal dari saraf, jadi otak tidak pernah tahu akan rasa sakit itu. Nedergaard mengatakan jarum akupuntur memulai proses tersebut.

“Dalam sel-sel otot dan sel-sel kulit ada adenosin, namun biasanya, sel-sel ini tidak mengeluarkannya. Tetapi ditusuk jarum tentu saja bisa dilihat sebagai luka kecil. Tidak begitu sakit, tetapi melukai banyak sel. Begitu keluar, adenosine ini sangat manjur. Jadi meskipun hanya segelintir sel yang rusak, ini membuat jumlah adenosine yang keluar cukup besar membuat berkurangnya rasa sakit," jelas Dr. Nedergaard.

Kemanjuran akupuntur sebagai pemati rasa sakit kadang-kadang disebabkan oleh efek placebo. Pasien yang rasa sakitnya kronis berharap prosedur itu berhasil, jadi mereka merasa lebih nyaman setelah akupuntur biarpun jika rasa sakit mereka sebenarnya tidak berkurang.

Nedergaard mengatakan pemahaman atas dasar biologi efek akupuntur bisa mengarah pada hasil yang lebih baik.

XS
SM
MD
LG