Tautan-tautan Akses

Pahlawan Berkostum Kucing Tampil di Festival Film Hewan

  • Associated Press

AdvoCat (Foto:Facebook Advo Cat)

AdvoCat (Foto:Facebook Advo Cat)

Hewan terlantar dan tersiksa biasanya muncul di iklan TV dengan musik yang melankolis dan menyayat hati, dan biasanya banyak penonton TV justru mengganti saluran TV yang mereka tonton.

Iklan-iklan yang membuat sedih itu memberikan inspirasi pada Michael Oosterom dan istrinya, Zachary Barton, untuk membuat film pendek yang lucu dan menampilkan pahlawan berkostum kucing yang memerangi kejahatan terhadap hewan. Pasangan dari Los Angeles tersebut kesal melihat iklan-iklan TV yang justru membuat para penonton merasa sedih tentang nasib beberapa hewan peliharaan.

"Kebanyakan orang justru tidak menonton karena terlalu membuat mereka sedih," kata Oosterom. "Kalau Anda peduli terhadap hewan, bukan hal seperti itu yang ingin Anda lihat. Kami merasa kami bisa membuat orang peduli dengan para hewan dengan menggunakan unsur humor."

Itulah awal pembuatan "AdvoCat!", video sepanjang dua menit tentang seorang perempuan penyayang kucing, atau biasa dikenal dengan cat lady, paruh baya yang tidak berani membantu hewan yang sedang dalam bahaya sampai ia memiliki kostum kucing lengkap dengan ekor.

Oosterom dan Barton tahu bahwa tidak diperlukan film yang serius untuk membantu hewan, dan mereka salah satu di antara pembuat film lainnya yang membawa pesan tersebut ke festival film hewan kedua yang diselenggarakan oleh California's Center for Animal Protection & Education. Acara tersebut tidak hanya menggarisbawahi semakin besarnya peran hewan peliharaan dalam kehidupan sehari-hari pecinta hewan tapi juga pilihan hiburan para pecinta hewan tersebut.

Beberapa menyebut acara tersebut sebagai Sundance Film Festival versi hewan, tanpa bintang, di mana sebagian besar film-film yang masuk berasal dari kategori ekperimental yang tidak menghasilkan penghargaan. Film pendek yang lucu mendominasi, sebanyak 277 dari 324 film yang diikutsertakan termasuk dalam kategori itu. Film yang kompetitif dan enam film pendek, termasuk "AdvoCat!' akan ditayangkan pada hari Sabtu (28/2).

Dalam filmnya yang terdiri dari tiga episode, Barton berperan sebagai pahlawan berkostum kucing hitam yang menyelamatkan sebuah kucing yang lepas dan lari di dekat jalanan yang sibuk, di episode lainnya kakinya terbakar karena berjalan di trotoar panas, dan di episode ketiga kehilangan rumah karena pacar baru seorang perempuan alergi hewan.

Ia menangkap para penjahat, dan bahkan memasang cone collar serupa kerucut yang biasa dipasang ke hewan yang sakit, seukuran manusia kepada satu pasangan karena mencoba membuang anjing, sebelum menggantungkan kostum kucingnya.

Direktur festival, Shelley Frost juga mendukung film dengan tema serupa seperti "AdvoCat!"

"Ketika orang-orang berpikir tentang film hewan, mereka takut filmnya sedih atau berat untuk ditonton," kata Frost. "Mari kita akui, hewan mengalami hal-hal yang mengerikan, entah di peternakan atau di laboratorium, dan itu sebabnya kami membuka kategori film pendek lucu tahun ini."

Frost mengatakan ia dan J.P. Novic memulai festival tersebut karena film mereka ditolak di beberapa festival. Pasangan tersebut meluncurkan Center for Animal Protection & Education 23 tahun lalu, membangun program adopsi dan sebuah peristirahatan di Grass Valley, sebuah kota di kaki Sierra Nevada satu jam di sebelah timur laut Sacramento.

Tapi festival tersebut tidak melulu tentang tertawa. Dua film panjang juga menjadi finalis dan mengangkat isu-isu serius: "Cowspiracy," yang mengklaim kelompok-kelompok lingkungan hidup tidak peduli dengan industri peternakan yang merusak Bumi; dan "Sea the Truth," tentang penipisan laut-laut dunia. Ada juga dua pesaing untuk kategori film yang dibuat oleh siswa dan 14 film pendek.

Para pemenang mendapatkan sertifikat yang dipigura, paket hadiah dan makanan vegetarian. Walaupun film pendek lucu tidak berlomba untuk memenangkan penghargaan, yang dipilih oleh satu panel pembuat film, produser televisi, guru dan anggota komunitas, mereka bisa memenangkan pilihan populer dari para hadirin.

Bagi pembuat film lucu, festival itu membantu memberikan publikasi dan uang untuk film mereka berikutnya. Tapi yang paling penting, film tersebut dibuat untuk membantu hewan, kata Oosterom, yang merupakan sehari-harinya bekerja sebagai dalang Disney.

"Ini cara kami untuk menangani rasa frustasi kami dan mengubahnya menjadi sesuatu yang lucu yang kami bisa bagikan kepada orang lain sebanyak mungkin," kata Oosterom, yang film pendeknya ada di YouTube dan Funny or Die.

XS
SM
MD
LG