Tautan-tautan Akses

Otoritas Yaman Bebaskan 7 Dari 23 WNI Yang Ditahan


Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi (Foto: dok).

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi (Foto: dok).

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengaku belum mengetahui sebab lain penahanan puluhan WNI itu, selain menyangkut masalah imigrasi.

Pihak otoritas di Yaman telah membebaskan tujuh dari 23 orang Warga Negara Indonesia yang ditahan karena masalah keimigrasian. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di kantor Kementerian Luar Negeri Selasa (31/3) menjelaskan proses pencarian tersebut.

"Teman-teman kita di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) mengunjungi satu demi satu penjara di Yaman untuk mengecek kembali adanya WNI kita. Saat saya melakukan komunikasi dengan duta besar kita di Sanaa, pencarian masih dilakukan," jelas Menlu Retno Marsudi.

Menurut Menlu Retno, pihak Kemenlu sudah berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) setempat untuk fokus menyelamatkan WNI yang masih tersangkut di Yaman. Tim dari KJRI juga sudah bergerak ke lapangan untuk mencari informasi lebih lanjut. Tak hanya itu, tim Indonesia juga telah disebar untuk mencari WNI yang masih belum teridentifikasi keberadaannya.

Sementara itu, juru bicara Kemenlu RI, Armanatha Nasir (Tata) menjelaskan, dua orang sudah dievakuasi ke tanah air, sementara enam lainnya masih di Yaman. Mereka semua semula ditahan di penjara yang terpisah di daerah Shumayla, Yaman.

"Jadi kita mengetahui awalnya 23 orang WNI. Namun kemudian kita diberitahu dua sudah dibebaskan. Melalui jerih payah kawan-kawan kita di sana, mereka mencari tau ke berbagai otoritas dimana 21 orang lainnya. Kita ketahui kemudian mereka ditahan di beberapa lokasi. Lima orang kemudian diketahui dibebaskan," jelas Tata.

Tata mengaku belum mengetahui sebab lain penahanan puluhan WNI itu, selain menyangkut masalah imigrasi. Dimana sebelumnya muncul wacana bahwa penahanan puluhan WNI itu terkait dengan dengan milisi Al-Houthi.

"Kalau soal keterkaitan dengan AL Houthi kita tidak tau. Fakta di lapangan yang kita dapat sekarang adalah puluhan WNI itu ditahan terkait masalah imigrasi," imbuhnya.

Sementara itu, Pemerintah Republik Indonesia terus melakukan evakuasi warga negara Indonesia yang berada di Yaman, menyusul memburuknya kondisi di negara tersebut akibat perang saudara. Evakuasi dilaksanakan sejak Yaman mulai bergejolak Februari lalu.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, ada beberapa jalur yang diambil untuk evakuasi. "Pertama kita akan evakuasi melalui Oman dan Arab Saudi. Untuk Oman, maka kita akan ambil titik di Salawa Oman. Teman-teman kita di KBRI Muscat Oman sudah mulai membantu persiapan evakuasi yang di Salawa. Sementara apabila ada satu opsi lagi melalui Dizan Arab Saudi, maka ada tenaga perbantuan dari KJRI Jeddah masuk ke wilayah Dizanuntuk membantu persiapan evakuasi," kata Menlu Retno Marsudi.

Berdasarkan keterangan Kemlu, terdapat 4.159 WNI di Yaman. Mayoritas para WNI ini bertempat tinggal di Selatan Yaman yang kondisinya lebih kondusif. Di negara ini sebanyak 2.626 di antaranya diketahui sebagai mahasiswa. Sementara pekerja profesional yang bekerja di bidang minyak 1.488 orang, 45 lainnya merupakan staf kedutaan Indonesia.

Konflik di Yaman memanas ketika pemberontak Houthi mulai beraksi merebut sejumlah wilayah di negara tersebut. Kelompok Houthi diduga didukung oleh mantan Presiden Ali Abdullah Saleh yang sebelumnya digulingkan.

XS
SM
MD
LG