Tautan-tautan Akses

OSCE: Pluralisme Media Terancam di Kazakhstan


Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev dalam acara di Astana (foto: dok). OSCE mengecam pemerintah Kazakhstan yang membatasi kebebasan media di sana.

Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev dalam acara di Astana (foto: dok). OSCE mengecam pemerintah Kazakhstan yang membatasi kebebasan media di sana.

Kazakhstan telah menutup lebih dari 30 organisasi media sejak akhir 2013 dengan alasan melanggar peraturan atau menyebarkan pandangan ekstremis.

Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa (OSCE) menyebut keputusan pengadilan Kazakhstan yang menutup sebuah majalah mingguan sebagai keputusan yang “drastis dan tidak proporsional”.

OSCE hari Rabu (26/11) mengatakan keputusan pengadilan distrik Almaty itu mengancam kebebasan media dan ikut memicu rasa takut di kalangan media negara itu.

Pengadilan memerintahkan dihentikannya distribusi dan penerbitan majalah independen ADAMbol dan penyitaan semua eksemplar majalah itu yang telah tercetak.

Keputusan itu menyusul klaim Departemen Kebijakan Internal pemerintah kota Almaty bahwa sebuah artikel majalah itu bulan Agustus berisi “propaganda perang ekstremis.”

Menurut OSCE, pemerintah Kazakhstan telah menutup lebih dari 30 organisasi media sejak akhir 2013 dengan alasan melanggar peraturan administratif atau menyebarkan pandangan yang berhaluan ekstremis.

XS
SM
MD
LG