Tautan-tautan Akses

OSCE: Pemilu Kazakhstan Tidak Penuhi Standar


Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev bersama para pendukung partai Nur Otan (16/1).

Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev bersama para pendukung partai Nur Otan (16/1).

Presiden Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev, mengatakan kemenangan besar partainya dalam pemilu parlemen hari Minggu adalah tanda dukungan pada pemerintahnya setelah protes maut anti-pemerintah bulan lalu.

Tetapi, para peninjau dari Organisasi Keamanan dan Kerjasama di Eropa, OSCE, hari Senin mengecam pemilu itu, dengan mengatakan pemilu itu tidak mengikutkan oposisi sesungguhnya. Laporan OSCE mengatakan pemilu tersebut tidak memenuhi azas dasar demokrasi.

Para pejabat Kazakhstan membantah temuan OSCE itu, dengan mengatakan pemilu tersebut adalah terbuka dan transparan.

Hasil sementara menunjukkan partai Nur Otan Nazarbayev meraih 81 persen suara dan dua partai lain yang pro-Nazarbayev, Ak Zhoi dan partai Rakyat Komunis, memperoleh kursi untuk pertama kalinya. Nur Otan saat ini memegang semua kursi dalam parlemen.

Berdasarkan undang-undang pemilu baru, pemenang kedua otomatis memperoleh kursi dalam parlemen. Tetapi, setiap partai yang memperoleh paling sedikit tujuh persen suara juga memperoleh kursi.

Seorang jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan Amerika Serikat ingin sekali bekerjasama dengan parlemen multi-partai baru Kazakhstan dan berharap pemerintahnya memenuhi sasaran yang telah diumumkannya, yaitu kemajemukan politik yang sejati.

Tetapi, oposisi Kazakhstan, partai Sosial Demokrat Nasional, mengatakan mereka berencana mengadakan protes hari ini. Partai itu, yang menyebut dirinya pilihan satu-satunya oposisi sejati, hanya memperoleh sekitar satu persen suara hari Minggu. Tiga partai lain juga memperoleh jauh di bawah batas tujuh persen.

XS
SM
MD
LG