Tautan-tautan Akses

WNI di AS Bantu Anak Indonesian Lewat Hope 4 Our Children


Anak-anak jalanan yang mendapat bantuan dari Hope 4 Our Children

Anak-anak jalanan yang mendapat bantuan dari Hope 4 Our Children

Organisasi nirlaba Hope 4 Our Children di Washington, DC, membantu anak-anak Indonesia melalui berbagai program yang mendidik.

Berbagai aktivitas yang membantu pembaharuan di tanah air seringkali dilakukan oleh warga Indonesia di Amerika. Inilah yang juga dilakukan oleh Ina Nasution, warga Indonesia yang berdomisili di daerah Maryland, Amerika.

Di tengah-tengah kesibukannya sebagai seorang Senior Finance Manager di sebuah perusahaan swasta di Washington, D.C., Ina juga aktif dalam organisasi nirlaba bernama Hope 4 Our Children, yang didirikannya sejak tahun 2005 lalu, “Organisasi ini adalah organisasi non-profit yang bertujuan untuk membantu anak-anak miskin dengan memberikan program dalam empat bidang, yaitu dalam bidang makanan, tempat tinggal, kesehatan, dan pendidikan. Saya dan rekan-rekan (warga Indonesia dan Amerika) membuat organisasi ini sesudah tsunami (tahun 2004 di Aceh),“ kata Ina yang memiliki gelar master di bidang keuangan dari Universitas George Washington di Washington, DC.


Ina Nasution

Ina Nasution


Berbagai hal telah dilakukan oleh organisasi Hope 4 Our Children untuk membantu anak-anak yang membutuhkan, khususnya bagi para korban tsunami di Aceh dan juga di beberapa tempat lainnya. “Kita membangun satu buah asrama di Aceh, di daerah Babulilmi, dan memperbaiki Dayah (asrama) Sabulussalam, dan juga memberikan training untuk korban tsunami dan juga untuk anak-anak yatim. Selain itu kita juga ada free clinic di Sigli, kita juga membantu korban gempa di Sumatra Barat, dengan membantu rumah yatimnya, memberikan modal untuk beternak, dan juga membantu korban di Yogyakarta dengan memberikan modal untuk membuat temporary housing,” ujar Ina.

Yang menarik, Ina yang sudah tinggal di Amerika selama 12 tahun ini mengatakan, tidak hanya orang Indonesia, tetapi banyak juga orang Amerika yang tergerak untuk membantu para korban tsunami di Indonesia. “Kita mendapatkan banyak dana dan sumbangan dari orang2 yang sangat concern dengan dampak dari tsunami itu. Sesudah itu karena mereka adalah kenalan2 kita, jadi mereka tetap membantu,” cerita Ina.

Ide organisasi Hope 4 Our Children ini berawal dari sebuah penggalangan dana kecil-kecilan untuk membantu korban tsunami yang dilakukan di Washington, DC. Dari situ Ina dan rekan-rekan akhirnya memutuskan untuk membentuk organisasi yang resmi, ketika dana yang terkumpul semakin besar. “Semuanya harus dilakukan sesuai dengan peraturan di Amerika,” kata Ina.

Melakukan penggalangan dana di negeri orang tentunya juga banyak tantangannya. “Kita coba melakukan berbagai macam cara. Misalnya basis kita adalah dari donatur yang memberikan dana secara continue, tapi selain itu kita juga menuliskan grant untuk mendapatkan dana-dana yang sifatnya per project. Yang penting kita bisa continue,” jelas Ina.

Satu hal yang juga dilakukan oleh Hope 4 Our Children dalam menggalang dana adalah dengan berjualan kalender. “Satu kalender itu kita jual 10 dolar kepada rekan-rekan, donatur-donatur yang sudah pernah menyumbang sebelumnya.Terkadang, kita bilang 10, tapi mereka juga mengasih lebih karena mereka ingin juga menyumbang untuk anak-anak miskin,” kata Ina. Hasil dari penjualan kalender tersebut telah mencapai sekitar 4.000 dolar.

Organisasi Hope 4 Our Children yang memiliki anggota inti sebanyak 10 orang ini kerap mendapatkan tanggapan yang positif dan telah membuat Ina semakin termotivasi lagi untuk membantu orang-orang yang membutuhkan di tanah air. “Memulai sesuatu seperti ini awalnya memang sulit. Tapi disini (Amerika) semuanya sudah ada guideline-nya dan (ada) channel-channel yang bisa kita hubungi untuk bisa mendirikan organisasi non-profit,” jelas Ina yang sewaktu di Indonesia dulu pernah bergabung dengan organisasi nirlaba di Bogor yang berfokus pada pembangunan ekonomi untuk desa tertinggal di Indonesia.

Kerja keras Ina dan rekan-rekannya, baik warga Indonesia maupun warga local Amerika, telah membuahkan hasil yang sangat baik. Kini anak-anak yatim korban tsunami yang mereka bantu sudah memiliki tempat tinggal, mendapatkan makanan, bahkan telah berpartisipasi dalam program Pembinaan Kesejahteraan Keluarga atau PKK. “Anak-anak yatim yang tinggal di asrama mempunyai giliran untuk belajar membuat cake dan cake itu dijual untuk restoran-restoran di sekitar sana. Enam tahun sesudahnya kami mendengar bahwa ada sepuluh anak yang bisa menyelesaikan sarjananya hanya dengan membiayai S1 mereka dengan menjual kue,” ujar ibu dari dua orang anak ini.

Dalam menjalankan organisasi ini, Hope 4 Our Children bekerja sama salah satunya dengan Dayah Subulussalam, juga dengan psikolog anak Indonesia, Elly Risman. “Ayah beliau adalah pendiri dari Dayah Subulussalam, jadi beliau mempunyai concern yang sangat tinggi sekali terhadap Dayah Subulussalam. Kita juga sedang meng-explore untuk bisa memberikan training kepada anak-anak jalanan dengan mbak Elly Risman,” kata Ina.

Untuk kedepannya Ina berharap organisasi Hope 4 Our Children bisa mendapatkan aliran dana yang tetap agar bisa membantu ke lebih banyak anak-anak lagi di Indonesia. “Karena itu adalah tujuan utama kita, (yaitu) memberikan kesempatan yang tadinya belum ada kepada anak-anak tersebut,” tambahnya.

Walaupun tinggal jauh dari tanah air, Ina mengaku bahwa dia dan teman-teman sesama warga Indonesia tidak pernah lupa dan tetap memiliki keterikatan yang kuat dengan Indonesia. Hal inilah yang juga membuat Ina terus giat membantu anak-anak di Indonesia supaya bisa mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik lagi. “Justru dengan kita diluar ini kita lebih mensyukuri (karena) mempunyai kekerabatan, persaudaraan, dan juga family di Indonesia,” tambahnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai organisasi Hope 4 Our Children, kunjungi situs Web www.hope4ourchildren.org.
XS
SM
MD
LG