Tautan-tautan Akses

AS

Organisasi-organisasi Progresif Laporkan Lonjakan Donasi Setelah Pilpres AS


Jennifer Riley-Collins, direktur eksekutif Serikat Kemerdekaan Sipil Amerika (ACLU) di Mississippi, berbicara mengenai sebuah kasus di Jackson, Mei 2016. (AP/Emily Wagster Pettus)

Jennifer Riley-Collins, direktur eksekutif Serikat Kemerdekaan Sipil Amerika (ACLU) di Mississippi, berbicara mengenai sebuah kasus di Jackson, Mei 2016. (AP/Emily Wagster Pettus)

Suntikan dana baru itu akan membantu memenuhi beberapa prioritas yang mendesak, termasuk menentang kemungkinan deportasi masal dan melindungi transgender.

Dalam seminggu sejak pemilihan presiden di AS, banyak organisasi yang programnya bertentangan dengan agenda yang dicanangkan oleh presiden terpilih Donald Trump, telah melaporkan lonjakan dramatis sumbangan yang mereka terima.

Dalam beberapa jam setelah Trump dinyatakan sebagai pemenang Rabu lalu, Serikat Kemerdekaan Sipil Amerika (ACLU) mengumumkan imbauan penggalangan dana, disertai peringatan bahwa jika Trump melaksanakan janji tertentunya ketika kampanye, "Kita temui dia di pengadilan.''

Hasilnya, menurut ACLU, adalah lonjakan dukungan terbesar kepada ACLU dalam 94 tahun sejarahnya, termasuk sekitar 120.000 sumbangan berjumlah lebih dari US$7,2 juta (Rp 96,3 miliar). Respon itu begitu besar sehingga laman lembaga itu macet sehari setelah pilpres.

Direktur Eksekutif ACLU, Anthony Romero mengatakan, suntikan dana baru itu akan membantu memenuhi beberapa prioritas yang mendesak, termasuk menentang kemungkinan deportasi masal, melindungi transgender dan mencegah kebijakan nasional memperbolehkan "polisi menghentikan dan menggeledah'' seseorang.

Organisasi lain yang mendapat manfaat besar dari kemenangan Trump adalah Planned Parenthood. Organisasi hak kesehatan reproduksi perempuan itu melaporkan adanya sumbangan yang luar biasa dan belum pernah terjadi dari lebih dari 128.000 orang. Hampir 20.000 sumbangan dibuat atas nama Wakil Presiden terpilih Mike Pence, yang sebagai gubernur Indiana mengadopsi undang-undang anti-aborsi yang keras.

Trump berjanji akan menghentikan pendanaan federal bagi Planned Parenthood karena perannya sebagai lembaga terbesar yang melayani aborsi di AS. Dia juga berjanji untuk mengangkat hakim anti-aborsi di Mahkamah Agung AS. Tapi Presiden Planned Parenthood, Cecile Richards, berjanji akan melawan.

"Kami tidak akan pernah mundur, dan kami tidak akan pernah berhenti memberikan pelayanan kepada pasien yang membutuhkan," katanya. [ps/al]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG