Tautan-tautan Akses

Organisasi Nirlaba di AS Bantu Layani Kelompok Lansia

  • Tom Banse

Organisasi Virtual Village menyediakani layanan bagi warga lanjut usia yang ingin menghabiskan masa hidup di rumah sendiri dan bukan di panti jompo.

Organisasi Virtual Village menyediakani layanan bagi warga lanjut usia yang ingin menghabiskan masa hidup di rumah sendiri dan bukan di panti jompo.

Sebuah organisasi nirlaba baru di Amerika berusaha membantu kelompok usia lanjut agar bisa tetap tinggal dan menghabiskan masa hidup di rumah mereka sendiri.

Philip Theil berusia 91 tahun. Arsitek Angkatan Laut itu tinggal di rumah berumur satu abad di wilayah Universitas Seattle. Di sanalah ia ingin menghabiskan masa hidupnya. Ia mengatakan, “Saya tidak akan meninggalkan tempat ini. Saya tidak bisa tinggal di tempat lain bersama orang-orang lain. Saya bisa bunuh diri kalau harus hidup begitu.”

Theil mengatakan, ia dan isterinya masih bisa mengurus diri sendiri sekarang ini. Rumah mereka yang bertingkat dua penuh dengan buku-buku, karya seni dan barang-barang yang menunjukkan mereka punya kehidupan yang baik. Tetapi, pasangan suami isteri itu menyadari karena usia lanjut mereka, mereka akan memerlukan bantuan lebih banyak untuk mengurus pekerjaan rumah tangga, seperti mengganti bohlam lampu di atas tangga rumah.

“Untuk mengganti bohlam itu saya harus menggunakan dan mengambil tangga dan menegakkan tangga itu sebagian di lantai dan sebagian di atas tangga rumah dan saya harus naik. Ini menakutkan,” papar Theil.

Dulu, mereka bisa minta tolong anak mereka untuk melakukan itu atau mungkin meminta anak tetangga datang untuk memotong rumput. Tetapi, sekarang mereka sudah dewasa dan sudah pindah.

Theil menurutkan, “Kami punya beberapa anak, jadi kadang-kadang kami bisa memanggil mereka. Tetapi sekarang, satu tinggal di Munich, Jerman, seorang lagi tinggal di London, dan yang nomor tiga tinggal di Los Angeles. Mereka tidak bisa datang berkunjung tiap akhir pekan.”

Karena itulah pasangan suami isteri Theil bergabung dalam organisasi Virtual Village. 'Virtual Village' bukanlah desa sungguhan, tetapi sebuah jaringan lokal sukarelawan dan penyedia layanan untuk membantu kelompok lanjut usia yang tinggal di rumah sendiri.

Mereka membantu orang-orang lanjut usia dalam hal apa saja, mulai dari transportasi dan membawakan barang-barang belanjaan, sampai pada memperbaiki rumah dan membawa anjing piaraan berjalan di luar rumah.

Konsep itu berasal dari Boston sepuluh tahun lalu, dan sejak itu berkembang menjadi apa yang disebut gerakan nasional. Sebuah jaringan tidak resmi desa-desa seperti itu mencakup 150 daerah lainnya.

Tom La Pointe baru-baru ini mempekerjakan karyawan untuk membuka organisasi Village di kota kecil Moscow di negarabagian Idaho, Amerika.

“Istilah yang dipakai adalah Silver Tsunami atau Tsunami Perak. Kami berusaha mempersiapkan apa yang diantisipasi sebagai arus baby boomers yang akan menjalani pensiun dalam 20 tahun mendatang,”paparnya.

Perusahaan nirlaba milik La Pointe yang diberi nama My Own Home atau Rumah Saya Sendiri, bertujuan melayani orang usia lanjut yang punya cukup uang dan tidak bisa mendapatkan layanan gratis, tetapi tidak cukup kaya untuk memiliki pembantu sendiri untuk melakukan hal-hal seperti mengganti bohlam lampu.

XS
SM
MD
LG