Tautan-tautan Akses

Organisasi Islam AS Luncurkan Program 'Buka Puasa dengan Tetangga'

  • Puspita Sariwati

Mengundang tetangga untuk berbuka puasa akan mengubah pandangan negatif mereka tentang Islam dan muslim di Amerika (foto: dok).

Mengundang tetangga untuk berbuka puasa akan mengubah pandangan negatif mereka tentang Islam dan muslim di Amerika (foto: dok).

Sebuah organisasi muslim AS, Council on American-Islamic Relations atau CAIR mempunyai program mengundang berbuka puasa (iftar) bersama dengan tetangga sekitar selama bulan Ramadan.

Ramadan merupakan bulan yang tepat untuk mendekatkan diri dengan tetangga dan memperkenalkan diri, siapakah kita. Tidak perlu terlalu merepotkan diri mengundang banyak orang, cukup satu atau dua keluarga, dan pandangan negatif mereka tentang Islam akan berubah.

Apakah Anda tahu nama-nama tetangga Anda? Apakah tetangga menganggap Anda tetangga yang baik? Hal yang lebih penting adalah, apakah mereka akan punya pandangan yang lebih baik tentang Islam dan Muslim karena Anda?

Dewan Hubungan Muslim Amerika atau Council on American-Islamic Relations
(CAIR), mencoba menjawab pertanyaan tadi, dengan mengadakan program, “Sharing Ramadan Iftar with Neighbor” atau berbuka puasa bersama tetangga.

Direktur Eksekutif CAIR San Diego, California, Hanif Mohebi mengatakan, “Program ini untuk mendorong warga masyarakat bergabung dalam buka puasa dalam bulan Ramadan, dengan makan malam bersama umat dari agama lain di komunitas kami. Mengapa? Sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad, kami harus bersikap baik kepada tetangga. Juga untuk memastikan tiap orang yang tinggal di sekitar kita, mengetahui siapa kita dan apa dampak kehadiran kita di dalam komunitas itu”.

Hanif Mohebi juga menegaskan bahwa rakyat Amerika masih kurang mengetahui tentang Islam, maka program berbuka puasa bersama ini, bisa menjadi sarana untuk mengenal agama Islam.

“Menurut penelitian yang dilakukan Gallup dan lembaga-lembaga lainnya, sebanyak 66 persen atau dua per tiga rakyat Amerika sedikit mengetahui atau tidak mengetahui tentang Islam. Jadi, kapanpun Muslim mulai berhubungan dengan orang lain, begitu mereka mengetahui Islam melalui Muslim, mereka akan punya pandangan yang lebih baik tentang Islam,” tambahnya.

Ditanya bagaimana tanggapan mereka ketika mendapat undangan makan malam untuk buka puasa bersama itu, Hanif Mohebi mengatakan, “Mereka senang sekali, karena ada beberapa di antara mereka yang belum pernah didekati sama sekali, dan ini yang pertama kalinya bagi mereka menerima undangan di komunitasnya. Ini acara ini tidak ada kaitannya dengan berita negatif, diskusi, atau hal lain. Hanya makan malam, berbuka puasa bersama dan berbagi semangat Ramadan serta memperkenalkan sedikit tentang Islam, tanpa melibatkan banyak tentang politik dan aspek lain."

Mohebi yang juga Direktur media Islamic Center San Diego, California mengatakan, berpuasa memperkuat hati dan pikiran. Seperti halnya umat Muslim lainnya, ia mengundang non-Muslim untuk bersantap malam di rumahnya bulan ini.

“Banyak mereka dari agama lain, umat Kristiani dari berbagai denominasi, Yahudi, ada pula Hindu dan keyakinan lain, karena kami tinggal di California yang dikenal dengan keanekaragamannya, tapi yang terbanyak adalah Kristen,” paparnya lagi.

Islamic Center di San Diego, California, satu dari lebih 20 masjid di wilayah itu, melayani sekitar 120 ribu Muslim. Tiap malam, jika warga Muslim tidak mengundang tetangganya, mereka berdatangan pada pukul setengah sembilan malam, untuk sholat dan berbuka puasa dengan sesama Muslim.
XS
SM
MD
LG