Tautan-tautan Akses

Organisasi HAM Serukan Pembebasan Buruh di Kamboja


So Nang, 27, pekerja konveksi di Kamboja, yang terkena tembakan polisi saat berdemonstrasi menuntut kenaikan upah. (VOA/Khoun Theara)

So Nang, 27, pekerja konveksi di Kamboja, yang terkena tembakan polisi saat berdemonstrasi menuntut kenaikan upah. (VOA/Khoun Theara)

Para pekerja dan aktivis ditahan di sebuah penjara terpencil berkondisi parah tanpa akses terhadap komunikasi dan perawatan medis yang wajar.

Organisasi-organisasi hak asasi manusia menyerukan pembebasan para aktivis yang ditangkap dalam penindakan maut terhadap pemogokan pekerja konveksi di ibukota Kamboja.

Lima orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka pekan lalu ketika pasukan keamanan melangkah maju terhadap demonstran yang menuntut upah yang lebih tinggi bagi para pekerja konveksi di Phnom Penh.

Dua puluh tiga orang, termasuk aktivis hak buruh dan pekerja konveksi, ditangkap dalam penindakan tersebut, yang mencakup larangan umum terhadap demonstran.

Human Rights Watch pada Kamis (9/1) menyerukan pembebasan segera tanpa syarat setiap demonstran damai. LSM itu juga mengecam Kamboja karena menahan kelompok tersebut tanpa dapat berkomunikasi dan tanpa akses ke perawatan medis yang wajar bagi para tahanan di sebuah penjara terpencil yang terkenal karena keadaannya yang parah.

Setelah tuntutan beberapa hari oleh para organisasi-organisasi hak azasi dan para anggota keluarga, pihak berwenang pada Rabu akhirnya mengizinkan akses bagi para tahanan, sebagian dari mereka cedera dalam bentrokan dengan polisi.

Para pengacara dari organisasi HAM Kamboja, Licadho, mengatakan mereka sedang bersiap-siap untuk mengajukan permohonan untuk pembebasan semua tahanan dengan uang jaminan.
XS
SM
MD
LG