Tautan-tautan Akses

Organisasi Bantuan: 2 Juta Anak Berisiko Terkena Senjata di Suriah


Seorang pria bersama istri dan anak-anaknya mengungsi dari wilayah konflik di kota Sinjar, Irak, melintasi perbatasan Irak-Suriah di Fishkhabour, provinsi Dohuk (Foto: dok).

Seorang pria bersama istri dan anak-anaknya mengungsi dari wilayah konflik di kota Sinjar, Irak, melintasi perbatasan Irak-Suriah di Fishkhabour, provinsi Dohuk (Foto: dok).

Handicap International, mengimbau semua pihak yang terlibat dalam konflik agar mematuhi hukum kemanusiaan internasional dan segera mengakhiri penggunaan bahan peledak di daerah-daerah berpenduduk.

Sebuah organisasi bantuan internasional mengatakan Suriah telah begitu terkontaminasi dengan senjata dan bom sehingga hidup 5,1 juta orang, termasuk 2 juta anak, selalu dalam keadaan beresiko.

Handicap International, organisasi yang membantu penyandang cacat dalam konflik, mengimbau semua pihak yang terlibat dalam konflik itu agar mematuhi hukum kemanusiaan internasional dan segera mengakhiri penggunaan bahan peledak di daerah-daerah berpenduduk. Laporan organisasi itu dirilis hari Selasa (12/5).

Laporan itu mengatakan antara Desember 2012 dan Maret 2015, organisasi itu menganalisis 77.645 insiden – seperti pertempuran dan pemboman – dan mendapati bahwa bom adalah senjata yang paling umum digunakan di Suriah.

Handicap International mengatakan warga sipil “berada dalam bahaya besar, karena 75 persen dari insiden-insiden itu terjadi di daerah-daerah berpenduduk.”

Konflik di Suriah telah menewaskan lebih dari 220.000 orang sejak Maret 2011.

XS
SM
MD
LG