Tautan-tautan Akses

AS

Orangutan di Kebun Binatang Seattle Mati pada Umur 48 Tahun


Seekor orangutan memegang es yang diberikan petugas kebun binatang di Roma, Italia akibat suhu udara yang panas Juli tahun lalu (foto: ilustrasi). Satu dari dua orangutan kembar di Seattle, AS mati minggu ini.

Seekor orangutan memegang es yang diberikan petugas kebun binatang di Roma, Italia akibat suhu udara yang panas Juli tahun lalu (foto: ilustrasi). Satu dari dua orangutan kembar di Seattle, AS mati minggu ini.

Seekor orangutan, yang lahir kembar di kebun binatang di kota Seattle, AS, mati minggu ini pada umur 48 tahun, akibat gangguan pernapasan.

Seekor orangutan, yang lahir kembar di kebun binatang Seattle, mati minggu ini pada umur 48 tahun, dua puluh tahun lebih tua dari usia rata-rata monyet yang berasal dari Asia itu.

Towan dan saudara kembarnya Chinta, lahir di kebun binatang Woodland Park di kota Seattle tahun 1968, dan merupakan hasil perkawinan orangutan Sumatra dan orangutan Borneo, kata jurubicara kebun binatang Gigi Allianic.

Pembiakan silang antara orangutan Sumatra dan Borneo itu dihentikan setelah para pakar zoologi menyatakan bahwa monyet besar dari kedua pulau itu berasal dari spesies yang berbeda.

Setelah kematian Towan, Chinta kini adalah orangutan campuran tertua yang hidup di Amerika Utara.

Menurut Orangutan Conservancy yang membantu pusat-pusat rehabilitasi orangutan di Borneo dan Sumatra, kini hanya ada sekitar 40.000 orangutan, dibandingkan dengan 60.000 ekor sepuluh tahun yang lalu.

Towan, yang berarti Tuan adalah bahasa Malaysia mati ketika sedang diperiksa dokter karena menderita gangguan pernapasan. [ii]

XS
SM
MD
LG