Tautan-tautan Akses

Orang Amerika Masih Gila Kerja: Jajak Pendapat


Suasana lantai Bursa Efek New York (NYSE) di Wall Street (Foto: dok).

Suasana lantai Bursa Efek New York (NYSE) di Wall Street (Foto: dok).

Lebih dari setengah responden mengatakan bahwa memeriksa email di luar jam kantor merupakan hal rutin dan mereka lebih suka mendapat uang pengganti cuti.

Mengecek email di rumah merupakan bagian dari pekerjaan untuk sebagian besar warga Amerika, yang juga lebih senang menerima uang pengganti dibandingkan mengambil cuti liburan atau cuti sakit yang ditanggung, menurut sebuah jajak pendapat.

Lebih dari setengah orang dewasa yang ditanyai dalam survey 60 Minutes/Vanity Fair mengatakan bahwa memeriksa email di luar jam kantor merupakan hal rutin, dibandingkan 38 persen responden lainnya yang mengatakan hal itu tidak perlu.

Namun orang-orang Amerika dari kelompok usia muda lebih mau berurusan dengan isu pekerjaan di rumah. Hampir 70 persen dari pegawai yang berusia di bawah 30 tahun mengatakan tidak masalah, namun jumlah itu turun menjadi 52 persen untuk pekerja berusia 30 tahun ke atas.

“Orang-orang Amerika memang gila kerja,” ujar Cullen Murphy, editor untuk majalah Vanity Fair, dalam sebuah wawancara. “Mungkin pesan umum dari jajak pendapat ini adalah bahwa ada keyakinan kuat bahwa kerja keras akan terbayar.”

Sebagian besar orang Amerika, jika diberi pilihan saat memulai pekerjaan baru, mengatakan mereka lebih suka mendapat ekstra uang US$20.000 dibandingkan liburan empat minggu. Hanya 32 persen yang memilih cuti liburan.

Sebanyak 63 persen pekerja di AS mengatakan mereka lebih suka mendapat uang cuti daripada beristirahat mengambil cuti sakit.

Ketika ditanya mengenai apakah pekerja perempuan atau laki-laki yang memiliki anak memiliki keseimbangan rumah-tempat kerja yang lebih sehat, 51 persen mengatakan perempuan memiliki keseimbangan itu, dibandingkan dengan 37 persen yang mengatakan laki-laki.

Jika orang Amerika memiliki waktu luang, 30 persen mengatakan mereka mencari pekerjaan yang bisa dilakukan dan persentase yang sama mengatakan mereka menggunakan waktu luang untuk berolahraga.

“Mereka tidak hanya mencari sesuatu yang bisa dikerjakan. Mereka mencari hal-hal yang masih terkait pekerjaan,” ujar Murphy. “Bagi saya, itu menunjukkan karakteristik nasional yang sibuk, produktif dan berusaha meningkatkan diri.”

Hanya 20 persen yang mengatakan mereka menggunakan waktu luang untuk membaca.

Jika orang-orang Amerika dapat memilih waktu tambahan seperti apa yang ingin mereka miliki, 26 persen mengatakan mereka berharap dapat lebih sering berlibur tanpa anak-anak dan 23 persen mengatakan ingin cuti melahirkan yang lebih panjang.

Namun pertanyaan yang paling memperlihatkan karakter orang Amerika dalam jajak pendapat itu adalah pilihan hewan apa yang mewakili mereka. Lebih dari setengahnya memilih lebah pekerja, dibandingkan kupu-kupu atau hiu, dan hanya empat persen yang mengidentifikasi diri dengan kungkang (dalam Bahasa Inggris adalah ‘sloth’ yang juga berarti kemalasan).

Seribu orang dewasa menjadi responden jajak pendapat lewat telepon ini.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG