Tautan-tautan Akses

Oposisi Utama Zambia Bantah akan Boikot Pemilu


Pemimpin oposisi utama Zambia, Partai Persatuan untuk Pembangunan Nasional (UPND) Hakainde Hichilema (tengah) memberi keterangan kepada wartawan di kantor polisi Woodlands di Lusaka, 2 Maret 2016 (Foto: dok).

Pemimpin oposisi utama Zambia, Partai Persatuan untuk Pembangunan Nasional (UPND) Hakainde Hichilema (tengah) memberi keterangan kepada wartawan di kantor polisi Woodlands di Lusaka, 2 Maret 2016 (Foto: dok).

Pemimpin oposisi utama Zambia, Partai Persatuan untuk Pembangunan Nasional (UPND) membantah laporan media setempat bahwa ia telah mengancam untuk tidak turut dalam pemilihan presiden tanggal 11 Augustus.

Laporan itu mengatakan bahwa Hakainde Hichilema mengancam akan memboikot pemilihan presiden kalau Komisi Pemilu Zambia melaksanakan rencana mencetak kertas suara di Dubai.

Para pendukung partai yang berkuasa mengatakan keputusan untuk memboikot pemilihan presiden menunjukkan bahwa pemimpin oposisi takut bakal dikalahkan oleh presiden Edgar Lungu.

“Saya tidak pernah memberi indikasi bahwa kami mungkin mempertimbangkan untuk tidak mengajukan calon, ini tidak perlu dipertanyakan,” kata Hichilema.

“Yang kami katakan adalah bahwa ada alasan yang menimbulkan kegusaran di kalangan rakyat Zambia mengenai apa sebabnya kertas suara akan dicetak oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Dubai. Tender yang diajukan perusahaan ini sangat mahal, itu saja. Perusahaan sebelumnya yang telah mencetak kertas suara dalam dua pemilu terakhir di Zambia mengajukan harga yang separuh diminta oleh perusahaan yang berbasis di Dubai tadi. Dan pencetak yang lama berbasis di Afrika Selatan yang dekat ke Zambia dan sudah terbukti bahwa ia dapat melakukan tugas itu, dan mereka dapat memenuhi persyaratan,” lanjutnya.

Komentarnya dikeluarkan setelah laporan politik oleh Economic Intelligence Unit (EIU), yang dimuat oleh majalah Inggris Economist, memperkirakan bahwa Hichilemaakan menang dalam pemilihan presiden tanggal 11 Augustus nanti.

Dalam analisanya, Economic Entelligence Unit mengatakan pembelotan baru-baru ini dari partai Front Patriot yang berkuasa ke UPND, bersama dukungan mantan wakil presiden Guy Scott kepada Hichilema.

Scott, anggota terkemuka Front Patriotik, memperkuat peluang pemimpin oposisi untuk mengalahkan Presiden Lungu dalam pemilihan presiden bulan Agustus. [gp]

XS
SM
MD
LG