Tautan-tautan Akses

Oposisi Ukraina Tuntut Presiden Tanggulangi Kekerasan


Seorang polisi anti huru-hara memukul seorang pemrotes dalam bentrokan di ibukota Kyiv (22/1).

Seorang polisi anti huru-hara memukul seorang pemrotes dalam bentrokan di ibukota Kyiv (22/1).

Para pemimpin oposisi Ukraina mengatakan Presiden Viktor Yanukovych gagal menanggapi dengan positif tuntutan mereka, hari Rabu (22/1).

Para pemimpin oposisi Ukraina memperingatkan bahwa mereka akan melakukan tindakan apabila Presiden Viktor Yanukovych tidak menanggapi pembicaraan babak kedua, Kamis (23/1).

Di Kyiv, pemimpin oposisi Arseny Yatseniuk mengatakan kepada massa pendukung “kita mempunyai sisa waktu kurang dari 24 jam untuk menempuh cara ini.” Ia seterusnya memperingatkan bahwa “besok kita akan bersama-sama maju ke depan” apabila Presiden tidak mengakhiri penindakan pemerintah yang mengakibatkan tewasnya tiga orang pemrotes hari Rabu (22/1) di Lapangan Merdeka.

Petinju yang beralih politisi oposisi Vitaly Klitschko, ketika berbicara disamping Yatseniuk, bertekad untuk “melakukan apapun yang diperlukan” untuk mengakhiri kekerasan dan menyelesaikan krisis politik yang sudah dua bulan melanda ibukota.

Sebelumnya hari Rabu (22/1), pihak berwenang mengatakan tiga pemrotes anti-pemerintah tewas dalam bentrokan dengan polisi – dua dari mereka akibat luka kena tembak dan yang ketiga karena terjatuh.

Di Washington, seorang juru bicara Departemen Luar negeri Amerika mengutuk kekerasan terbaru dan mengatakan pemerintahan Obama sedang mempertimbangkan sanksi terhadap pemerintah Ukraina, apabila Presiden Yanukovych “gagal melidungi hak demokrasi semua warga Ukraina, termasuk hak memrotes dengan damai.”
XS
SM
MD
LG