Tautan-tautan Akses

Oposisi Thailand Lanjutkan Aksi Protes di Bangkok


Para demonstran anti-pemerintah menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor sementara PM Yingluck Shinawatra, di komplek Kementerian Pertahanan Thailand di Bangkok, yang dijaga ketat oleh tentara, Rabu (19/2).

Para demonstran anti-pemerintah menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor sementara PM Yingluck Shinawatra, di komplek Kementerian Pertahanan Thailand di Bangkok, yang dijaga ketat oleh tentara, Rabu (19/2).

Demonstran oposisi Thailand meningkatkan kampanye menentang Perdana Menteri Yingluck Shinawatra, setelah lima orang tewas akibat bentrokan dengan polisi sehari sebelumnya.

Ribuan demonstran anti-pemerintah mengepung kantor sementara Perdana Menteri Yingluck Shinawatra di Bangkok, sambil tentara memperhatikan dari balik pagar kawat berduri.

Tidak ada pengulangan bentrokan hari Selasa (19/2), ketika empat demonstran dan satu polisi tewas dalam salah satu kekerasan paling kejam di Thailand dalam beberapa bulan.

Para pejabat mengatakan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra tidak hadir di kantornya, Rabu (19/2). Seorang pejabat keamanan terkemuka mengatakan tidak akan ada langkah segera untuk membubarkan demonstrasi.

Tapi pemimpin protes Thailand, Suthep Thaugsuban, telah bertekad untuk terus menekan Yingluck, yang menurutnya bertanggung jawab atas kekerasan "berlebihan dan tidak perlu” di negara itu.

Kedua belah pihak tampaknya menggunakan senjata selama konflik di dekat Gedung Pemerintah di pusat kota Bangkok, hari Selasa (18/2). Seorang peneliti Human Rights Watch mengatakan kepada VOA bahwa para militan memiliki peluncur granat M79 dan menembaki polisi.

Polisi mengatakan aksi protes itu melanggar dekrit keadaan darurat, dan telah berjanji menggunakan kekerasan hanya jika diperlukan dalam membubarkan aksi protes yang telah berlangsung berminggu-minggu.
XS
SM
MD
LG