Tautan-tautan Akses

Oposisi Suriah Kecewa dengan Keputusan Obama


Presiden Obama didampingi Wakil Presiden AS, Joe Biden (kiri) memberikan pidato terkait krisis di Suriah dari Gedung Putih, Washington (31/8).

Presiden Obama didampingi Wakil Presiden AS, Joe Biden (kiri) memberikan pidato terkait krisis di Suriah dari Gedung Putih, Washington (31/8).

Oposisi Suriah mengatakan keterlambatan penyerangan akan memberikan Presiden Bashar al-Assad kesempatan untuk membahayakan warga sipil di negara itu.

Oposisi Suriah mengatakan pihaknya kecewa dengan keputusan Presiden Amerika Barack Obama untuk menunda mengambil tindakan cepat terhadap Suriah dan menunggu untuk kemungkinan mendapat persetujuan dari Kongres.

Para pejabat oposisi mengatakan keterlambatan apapun dalam penyerangan akan memungkinkan Presiden Suriah Bashar al-Assad berkesempatan untuk membahayakan warga sipil.

Hari Sabtu, Presiden Obama menunda serangan militer yang telah diperkirakan banyak pihak terhadap Suriah, sebaliknya mengatakan kepada rakyat Amerika ia akan meminta persetujuan Kongres untuk menghukum pemerintah Suriah atas dugaan penggunaan senjata kimia.

Dalam pidato di Gedung Putih, Obama mengatakan ia telah memutuskan Amerika harus mengambil tindakan militer terhadap sasaran-sasaran pemerintah Suriah. Tapi dia mengatakan selagi ia yakin memiliki wewenang untuk memerintahkan penyerangan, ia juga berpandangan penting bagi Amerika untuk memperdebatkan isu ini terlebih dahulu.

Sabtu sore, Presiden Obama secara resmi meminta Kongres untuk mengizinkannya menggunakan kekuatan militer di Suriah untuk "mencegah, menghalangi, dan menurunkan" kemungkinan serangan senjata kimia lebih lanjut. Presiden mengesampingkan tindakan apapun yang akan menempatkan pasukan darat Amerika di Suriah.

Ia menyebut apa yang terjadi di Damaskus hampir dua pekan lalu itu sebagai serangan senjata kimia terburuk dalam abad ke-21, dan mengatakan Amerika seharusnya tidak menutup mata terhadap hal itu.

Sejumlah pimpinan Kongres Amerika menanggapinya dengan mengatakan mereka berharap Senat dan DPR akan membahas masalah itu ketika mereka kembali dari masa istirahat musim panas pada awal pekan tanggal 9 September.
XS
SM
MD
LG