Tautan-tautan Akses

Oposisi Serukan Warga Afghanistan Tak Terlibat Konflik Suriah


Juru bicara kementerian luar negeri Afghanistan, Ahmad Shakib Mustaghani (foto: dok).

Juru bicara kementerian luar negeri Afghanistan, Ahmad Shakib Mustaghani (foto: dok).

Aliansi oposisi utama Suriah menyampaikan keprihatinan serius atas kampanye Iran merekrut dan melatih ribuan orang Afghanistan untuk berperang di Suriah.

Pejabat-pejabat di Afghanistan hari Minggu (26/6) mengukuhkan telah menerima surat berisi kekhawatiran dari orang-orang Suriah. Kepada VOA, seorang pejabat pemerintah yang tidak mau disebut namanya, mengatakan surat itu mendesak Presiden Ashraf Ghani agar mengambil langkah-langkah mendesak guna menghentikan eksploitasi bermotif agama terhadap orang-orang Afghanistan dan mencegah mereka terlibat konflik di Suriah. Pejabat itu tidak memberi rincian lain.

Juru bicara kementerian luar negeri Afghanistan Ahmad Shakeb Mustaghani, kepada VOA mengatakan tidak hanya melalui surat ini, tetapi melalui laporan lain sebelumnya, pemerintah menyadari sepenuhnya kegiatan warga Afghanistan di Suriah. Ia menambahkan, Afghanistan sedang mempelajari isu itu melalui kantor Badan pengungsi PBB dan saluran diplomatik lain.

Semakin banyak bukti menunjukkan Iran merekrut orang-orang dari sekitar tiga juta warga Afghanistan di Iran, dengan hanya sekitar satu juta warga Afghanistan memiliki status hukum sah sebagai pengungsi di negara itu. Banyak keluarga pengungsi itu melarikan diri dari penganiayaan dan konflik bersenjata di Afghanistan.

Pengawal Revolusi Iran diyakini berada di balik mobilisasi milisi multi-nasional Muslim Syiah bersenjata guna mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Perekrutan dilaporkan umumnya dari komunitas etnis miskin Hazara Syiah yang dijanjikan gaji bulanan dan izin menetap sebagai imbalan atas apa yang dikatakan pemerintah Iran kepada mereka adalah misi suci membela tempat suci Syiah di Damaskus dari ISIS atau Daesh.

Organisasi-Organisasi HAM mengatakan, terdapat juga kasus deportasi paksa bagi warga Afghanistan yang menolak tawaran itu. Banyak dari orang yang direkrut, menurut mereka, melarikan diri dari medan perang dan bergabung dengan pengungsi yang mencari suaka di Eropa. Dalam laporan yang terbit awal tahun ini,

Human Rights Watch memperkirakan sampai 10 ribu orang Afghanistan telah direkrut dan dilatih perang di Suriah. Dikatakan, pemakaman bagi warga Afghanistan yang tewas dalam pertempuran sering diadakan di Iran, terkadang dihadiri pejabat Iran. [ka/al]

XS
SM
MD
LG