Tautan-tautan Akses

Oposisi Kamboja Beri Tenggat Waktu 3 Bulan bagi Pemilu Baru


Pemimpin oposisi Kamboja Sam Rainsy (kiri) dan Kem Sokha memimpin protes menentang hasil pemilu Kamboja di Phnom Penh, Senin (16/12).

Pemimpin oposisi Kamboja Sam Rainsy (kiri) dan Kem Sokha memimpin protes menentang hasil pemilu Kamboja di Phnom Penh, Senin (16/12).

Para pejabat oposisi Kamboja hari Selasa (17/12) mengatakan akan memberi pemerintah waktu tiga bulan untuk menggelar pemilu baru.

Para pejabat oposisi Kamboja hari Selasa (17/12) mengatakan akan memberi pemerintah waktu tiga bulan untuk menggelar pemilu baru, atau mereka akan memimpin gerakan dengan harapan menjatuhkan pihak berkuasa.

Kem Sokha, wakil pemimpin Partai CNRP, mengatakan pemerintah Kamboja merugikan warganya dan akan menghadapi “kekuatan rakyat” sebagai akibatnya.

Pihak oposisi mengatakan mereka kalah dalam pemilu Juli akibat berbagai kecurangan. Mereka memboikot pemerintahan yang baru dan menghimbau agar demonstrasi terus dilanjutkan hingga dilakukan investigasi kredibel atau dilangsungkan pemilu baru.

Tetapi Kamboja tidak memiliki UU pemilu ulang, menurut Tep Nitha, sekretaris jendral Komisi Pemilu Nasional.

Komisi pemilu Kamboja mengatakan partai CPP pimpinan Hun Sen meraih 68 kursi. Mereka mengatakan CNRP yang beroposisi mendapat 55 kursi, jauh lebih banyak dari yang pernah dimenangkan mereka pada masa lalu.
XS
SM
MD
LG