Tautan-tautan Akses

Oposisi Bahrain Bertekad Lanjutkan Demonstrasi Anti-Pemerintah


Dalam pernyataan melalui email kepada AFP, sebuah koalisi oposisi Bahrain mengatakan pihaknya tidak akan takluk kepada ancaman militer.

Oposisi Bahrain bertekad akan melanjutkan demonstrasi-demonstrasi anti-pemerintah, meskipun pemerintah menggunakan kekuatan militer untuk menghentikan aksi-aksi protes tersebut.

Dalam pernyataan melalui email kepada kantor berita Perancis (AFP), sebuah koalisi oposisi mengatakan pihaknya tidak akan menyerah kepada militer dan tidak akan mau diseret untuk berkonfrontasi dengan polisi.

Seorang pemuda di Manama, Bahrain, siap menghadapi gas air mata yang sering digunakan aparat untuk membubarkan para demonstran.

Seorang pemuda di Manama, Bahrain, siap menghadapi gas air mata yang sering digunakan aparat untuk membubarkan para demonstran.



Pihak berwajib Bahrain menahan sekurang-kurangnya enam pemimpin oposisi, setelah polisi mengusir para demonstran dari lapangan utama di Manama. Para pejabat mengatakan tuduhan terhadap mereka termasuk, di antaranya, melakukan komunikasi dengan negara-negara asing.

Paling sedikit lima orang tewas, Rabu, ketika pasukan keamanan menyerbu Lapangan Mutiara, yang telah menjadi tempat berkumpul utama bagi para demonstran.

Pemerintah Bahrain menyatakan keadaan darurat tiga bulan pekan ini dalam upaya untuk menghentikan demontrasi-demonstrasi anti pemerintah yang sudah berlangsung sebulan.

Penduduk Bahrain yang mayoritas Syiah menuntut perubahan politik dari pemerintah Sunni yang minoritas. Keluarga al-Khalifa yang berkuasa telah menawarkan untuk mengadakan pembicaraan dengan kelompok-kelompok oposisi. Tetapi, sebagian demonstran menuntut kekuasaan yang lebih besar untuk parlemen dan bahwa keluarga kerajaan digulingkan.

XS
SM
MD
LG