Tautan-tautan Akses

Oposisi Kamboja Boikot Pembukaan Parlemen


Raja Kamboja Norodom Sihamoni (barisan depan dua dari kiri) dan PM Hun Sen berfoto bersa,a di depan Gedung Parlemen Kamboja di Phnom Penh (23/9). Oposisi Kamboja memboikot pembukaan parlemen ini sebagai protes terhadap kecurangan pemilu di negara itu.

Raja Kamboja Norodom Sihamoni (barisan depan dua dari kiri) dan PM Hun Sen berfoto bersa,a di depan Gedung Parlemen Kamboja di Phnom Penh (23/9). Oposisi Kamboja memboikot pembukaan parlemen ini sebagai protes terhadap kecurangan pemilu di negara itu.

Krisis politik Kamboja berubah arah hari Senin ketika para anggota parlemen oposisi memboikot pembukaan parlemen karena tuduhan kecurangan pemilu.

Raja Norodom Sihamoni mengatakan Kamboja “harus bersatu” dalam pidato pembukaannya di hadapan Majelis Nasional yang separuh kosong, dengan kehadiran hanya 68 anggota parlemen dari Partai Rakyat Kamboja yang berkuasa, pimpinan Perdana Menteri Hun Sen.

Partai Penyelamatan Nasional Kamboja yang beroposisi memenangkan 55 kursi dalam pemilu parlemen tanggal 28 Juli, tetapi mengatakan mereka kalah karena kecurangan pemilu yang luas. Protes menentang hasil pemilu tersebut berubah menjadi aksi kekerasan sebelumnya bulan ini ketika seorang demonstran ditembak dan tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan.

Hun Sen dan pemimpin oposisi Sam Rainsy mengadakan pembicaraan pekan lalu dalam usaha untuk mengakhiri krisis tersebut, tetapi perdana menteri itu menolak tuntutan Rainsy agar penyelidikan independen diadakan atas hasil pemilu tersebut.
XS
SM
MD
LG