Tautan-tautan Akses

Operasi Tinombala 2016 Diperpanjang 6 Bulan

  • Yoanes Litha

Prajurit Yonif 303 Kostrad memeriksa identitas warga yang keluar masuk ke desa Torire, Lore Tengah (Foto: VOA/ Yoanes)

Prajurit Yonif 303 Kostrad memeriksa identitas warga yang keluar masuk ke desa Torire, Lore Tengah (Foto: VOA/ Yoanes)

Pemerintah memperpanjang masa operasi Tinombala 2016 di wilayah kabupaten Poso Sulawesi Tengah untuk mencari dan menangkap kelompok teroris Santoso di wilayah itu.

Pemerintah memperpanjang masa operasi Tinombala 2016 di wilayah kabupaten Poso Sulawesi Tengah untuk mencari dan menangkap kelompok teroris Santoso di wilayah itu.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Pandjaitan kepada VoA di Poso pada 9 Maret 2016 mengatakan pihaknya telah memperpanjang Operasi Tinombala 2016 untuk enam bulan ke depan. Operasi Tinombala 2016 yang dimulai pada 10 Januari itu semula diagendakan selesai pada 9 Maret.

“Operasi polisi dengan TNI membantu, dan kita berharap operasi ini semakin efektif dalam waktu dekat ini. Sudah kita lanjutkan, ya kita bikin dalam enam bulan ke depan,” kata Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam kunjungan kerjanya ke Poso, Menkopolhukam menggelar pertemuan dengan pemerintah kabupaten serta TNI-Polri sekabupaten Poso di Gedung Torulemba, rumah jabatan Bupati Poso. Dalam pertemuan itu Luhut menegaskan pemerintah pusat ingin agar permasalahan kelompok teroris Santoso di Poso dapat segera dituntaskan. Dalam operasi Tinombala 2016 ia sudah memerintahkan agar Pasukan Komando Khusus atau Kopassus dikirim ke Poso.

Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan dalam kunjungan kerja di Poso disambut para Pegawai Negeri Sipil Pemda Poso (Foto: VOA/Yoanes).

Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan dalam kunjungan kerja di Poso disambut para Pegawai Negeri Sipil Pemda Poso (Foto: VOA/Yoanes).

“Kapan Santoso itu berakhir, nanti waktu yang akan menjawab. Kita ingin secepatnya. Kenapa ingin secepatnya? Karena ini sekarang, saya sudah singgung tadi, sekarang Kopassus kita kerahkan semua. Mulai minggu depan, Kopassus akan masuk. Kita berharap dengan skala demikian kita bisa mempercepat prosesnya,” kata Menkopolhukam.

Dijelaskannya, saat ini sudah ada 3.000 pasukan gabungan TNI-Polri yang dikerahkan untuk memburu kelompok Santoso. Dengan pasukan sebanyak itu ia juga meminta agar masyarakat di Poso tidak takut kepada kelompok itu, dan sekaligus mendukung penuh upaya aparat keamanan menangkap kelompok itu. Kekuatan kelompok Santoso kini disebutkannya tinggal 39 orang.

“Dengan sekarang ada banyak TNI dan Polri, saya kira sudah lebih dari 3.000 orang, masyarakat tidak perlu terlalu takut lagi karena jumlah mereka sekarang tinggal 39, dan itu terus mengecil,” imbuhnya.

Kelompok Santoso di Poso, Sulawesi Tengah, kini masih diburu di wilayah hutan pegunungan desa Torire, Kecamatan Lore Tengah. Pekan lalu Kepala Operasi Daerah Tinombala 2016 menungkapkan kelompok itu telah terkepung oleh pasukan gabungan TNI-Polri. [yl/lt]

XS
SM
MD
LG