Tautan-tautan Akses

Operasi Tinombala 2016 Cegah Pengaruh Kelompok Santoso pada Masyarakat

  • Yoanes Litha

Operasi Tinombala 2016 cegah pengaruh kelompok Santoso pada masyarakat. (VOA/Yoanes Litha)

Operasi Tinombala 2016 cegah pengaruh kelompok Santoso pada masyarakat. (VOA/Yoanes Litha)

Operasi Tinomba 2016 di Poso tidak hanya memusatkan perhatian pada upaya dan pencarian kelompok Santoso, tapi juga membina dan memberi penyuluhan kepada masyarakat serta keluarga yang dipantau polisi.

Operasi Tinombala 2016 sebagai operasi kewilayahan Polda Sulawesi Tengah di hutan pegunungan di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah tidak semata-mata memusatkan perhatian pada perburuan kelompok Santoso tetapi juga membina masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi operasi.

Kepala Operasi Daerah Tinombala 2016 Kombes Leo Bona Lubis mengatakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan dilakukan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan pegunungan di Kecamatan Poso Pesisir, Poso Pesisir Utara, dan Poso Pesisir Selatan, termasuk keluarga dari orang orang yang kini bergabung dengan kelompok Santoso dan masuk dalam "daftar pencarian orang" DPO polisi.

"Ada harapan di sana di mana kita berharap memberikan penerangan sehingga keluarga keluarga teroris ini bisa berbalik kepada dimana berperan sebagai warga masyarakat yang berpedoman kepada Pancasila," kata Leo.

Keluarga dihimbau untuk membujuk anggota keluarga yang kini menjadi bagian dari kelompok teroris dan masih bersembunyi di hutan supaya mau turun dari gunung dan menyerahkan diri kepada aparat keamanan.

Operasi Tinombala 2016 cegah pengaruh kelompok Santoso pada masyarakat. (VOA/Yoanes Litha)

Operasi Tinombala 2016 cegah pengaruh kelompok Santoso pada masyarakat. (VOA/Yoanes Litha)

"Harapan kita, mereka mendorong masyarakat yang sekarang kita katakan sebagai teroris ini mau turun, mau kembali," tambahnya.

Kegiatan penyuluhan dan pembinaan masyarakat ini melibatkan unsur Kamtibmas dari Polri dan Babinsa, termasuk tokoh masyarakat serta aparat pemerintah desa.

Warga Poso kepada VOA mengatakan mereka berharap agar persoalan teroris di Poso Sulawesi Tengah dapat segera berakhir agar dapat memulihkan rasa aman dan kenyamanan yang kini dirasakan hilang. Nengah Mupu (50) petani yang ditemui VOA di desa Taunca Kecamatan Poso Pesisir Selatan mengatakan, "Takut sekali Pak, memang saya di sini, saya kan petani kecil, jadi tidak punya apa apa, lantas saya merasa takut betul, kalau istilahnya tidak ke kebun, saya makan apa? Saya harapkan supaya aman betul, supaya bisa ke kebun, itu saya harap."

Nengah Mupu hanyalah seorang petani miskin yang harus menghidupi istri dan ketiga anaknya. Ia berharap pemerintah dan aparat keamanan dapat segera memulihkan rasa aman warga, terutama yang tinggal di daerah yang berhadapan langsung dengan daerah yang dikuasai kelompok Santoso. [yl/em]

XS
SM
MD
LG