Tautan-tautan Akses

Operasi Penyelamatan Hampir Berakhir di Aceh


Presiden Joko Widodo memberikan keterangan di Rumah Sakit dr. Zainoel Abidin di Banda Aceh (8/12). (Foto: Biro Pers Kepresidenan)

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan di Rumah Sakit dr. Zainoel Abidin di Banda Aceh (8/12). (Foto: Biro Pers Kepresidenan)

BNPB telah merevisi jumlah korban menjadi 100 dari 102.

Pihak berwenang mengatakan Jumat (9/12) operasi-operasi penyelamatan hampir mendekati akhir tiga hari setelah gempa kuat melanda Aceh, menewaskan 100 orang dan membuat ribuan orang kehilangan rumah.

Gempa berkekuatan 6,5 Skala Richter hari Rabu, yang menghancurkan puluhan bangunan dan melukai ratusan orang, merupakan bencana terburuk yang menimpa provinsi ini sejak tsunami Samudera Hindia tahun 2004.

"Kami yakin telah menemukan 99 persen dari korban," ujar Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

BNPB telah merevisi jumlah korban menjadi 100 dari 102.

Ratusan orang di kabupaten Pidie Jaya shalat Jumat di luar masjid-masjid yang telah berubah menjadi puing-puing.

Banyak warga kota berpenduduk 140.000 orang itu tidur di tempat-tempat penampungan dan para petugas bantuan telah membagikan makanan, air dan selimut.

Presiden Joko Widodo mengunjungi para penyintas, termasuk banyak yang mendapatkan perawatan akibat patah tulang di rumah-rumah sakit dan klinik-klinik tenda.

Aceh telah mendeklarasikan keadaan darurat selama dua minggu dan pemerintah pusat telah menjanjikan bantuan untuk upaya-upaya pemulihan.

Pada 26 Desember 2004, gempa bumi dan tsusanmi menewaskan lebih dari 120.000 orang di Aceh. Secara keseluruhan, tsunami tahun 2004 itu menewaskan 226.000 orang di sepanjang garis pantai Samudera Hindia. ​[hd]

XS
SM
MD
LG